Yan Mandenas bakal polisikan Bupati Merauke

0
73

JAYAPURA, REPORTASEPAPUA – Anggota DPR RI dari Partai Gerindra, Yan Permenas Mandenas (YPM) segera mempolisikan Bupati Merauke, Romanus Mbaraka atas tudingan menyampaikan fitnah terkait perjuangan memekarkan Provinsi Papua Selatan.

“Saya berani jamin, nol rupiah pun tidak ada yang diberikan pada kami untuk membahas (pemekaran Papua Selatan). (Perjuangan) itu semua murni kami lakukan untuk kepentingan masyarakat”.

“Sehingga saya sudah komunikasi dengan pak Komarudin Watubun, kami dua sepakat jika hal itu terus digulirkan, maka paling lambat Rabu atau Kamis kami akan laporkan resmi ke Polda Papua meminta proses peyelidikan lebih lanjut,” Kata Mandenas di Jayapura, Senin (18/8/2022). 

Selain melaporkan Bupati Merauke, kata Yan Mandenas, pihaknya juga bakal mempolisikan penyebar video pernyataan bupati hingga viral di media sosial. 

“Sebab polisi kan sekarang sudah memiliki teknologi yang canggih untuk melacak sesuatu. Jadi, kita ingin supaya semua clear, sehingga jangan sampai menimbulkan image buruk dan dikonsumsi oleh kelompok-kelompok yang menolak Otsus dan pemekaran seakan-akan pembahasan Otsus dan DOB karena dibayar,” ujar dia.

Yan juga pada kesempatan itu, mempersilahkan pihak-pihak yang ingin melaporkan dirinya bersama anggota DPR RI lainnya ke Komisi Pemberantasan Korupsi dan mahkamah kehormatan DPR. Agar nantinya sama-sama bisa membuktikan fitnah yang dilontarkan Bupati Merauke.

Sebelumnya, sebuah video pernyataan Bupati Merauke Romanus Mbaraka viral usai menyebut dua anggota DPR RI menerima uang untuk meloloskan pasal dalam revisi UU Otonomi Khusus Papua sehingga bisa terwujud Papua Selatan sebagai daerah otonomi baru (DOB).

Namun hal tersebut sudah diklarifikasi langsung oleh Bupati Romanus yang menyebut, pernyataannya telah diplintir seolah-olah pihaknya memberikan sejumlah uang kepada anggota DPR untuk meloloskan pasal pemekaran dalam revisi UU Otsus Papua tersebut.

“Saya memohon agar tidak dipelintir atau diplesetkan. Saya pertegas lagi, tidak ada suap menyuap kepada DPR RI soal DOB,” kata Romanus dalam video klarifikasi, Jumat (15/7/2022).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here