Wakapolda Papua Berikan Arahan Untuk Anak Buahnya di Polres Mimika

0
20

MIMIKA, REPORTASEPAPUA – Bertempat di Meeting Room Hotel Cendrawasih 66 Jalan Cendrawasih SP2 Distrik Mimika Baru Kabupaten Mimika, telah dilaksanakan kegiatan Pengarahan oleh Wakapolda Papua Brigjen Pol Dr. Eko Rudi Sudarto. S.I.K., M.Si kepada personil Polres, Brimob Yon B dan Polsek Jajaran Mimika tentang Perisai (Pengerahan Personel Menghadapi Transformasi).

Wakapolda Papua Brigjen Pol Dr. Eko Rudi Sudarto. S.I.K., M.Si mengucapkan Terima kasih kepada seluruh personil yang telah hadir, forum resmi saat ini saya berdiri sebagai simbol Polda Papua.

Terkait dengan Binmas Noken pada zoom meting kemarin, kita diperintahkan untuk menjalankan program ini yang akan lebih masifnya lagi pada bulan Juli yang mana program itu diberikan kepada kita Polda Papua.

“Melihat apa yang selama ini kita lakukan oleh Bimas Noken masih sebatas di permukaan sehingga perlunya kita menyentuh dan menggunakan teori/ilmu Genologi atau ilmu yang mempelajari asal usul sejarah dan warisan budaya suatu orang/daerah/bangsa, contoh seperti saat ini yang kita lihat di Timika yaitu Pos Peka (peduli keamanan) yang perlu kita jaga dan kembangkan, oleh karenanya tetap jaga soliditas dan kekompakan agar api semangat tetap berkobar,” Tutur Wakapolda.

“Sementara itu, Terkait dengan pelaksanaan tugas kita menghadapi permasalahan yang terjadi dan intens di Papua, dalam penanganannya diperlukan beberapa metode dan program-program Kepolisian dalam rangka peningkatan keamanan ditiap sektor yang didasari Impres No. 9 Th. 2020,” Sambungnya.

Wakapolda juga meminta , selain secara eksternal, implementasi Binmas Noken secara internal berlaku bagi semua fungsi teknis Kepolisian dan fungsi pendukung yang secara konsep teknis operasionalisasi dirangkum dalam program-program dengan jargon lokal, yakni; Kasuari (Kesejahteraan untuk anak negeri), Koteka (komunikasi Tokoh Elit Kamtibmas), Si-ipar (polisi pi ajar), Peka (Peduli Kamtibmas), Matoa (Millennial Torang Maju), Papeda (pemuda pemudi cendikia) dan TIFA (Torang Insan Faham Adat: Masdarwis). Saya harap kedepan Jargon-jargon lokal ini dapat menjadi andalan Polda Papua dalam mendekatkan diri dengan masyarakat. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here