MIMIKA, REPORTASEPAPUA.COM – Tak terasa, Bulan Ramadan sudah memasuki minggu ketiga. Bagi warga muslim di seluruh dunia, Ramadan merupakan bulan istimewa penuh rahmat dan ampunan. Pada Bulan suci, bagi yang mampu diwajibkan untuk berpuasa dari waktu terbitnya fajar hingga matahari tenggelam. Waktu berbuka puasa ini tentunya menjadi waktu yang paling ditunggu-tunggu, karena selain untuk melepas lapar dandahaga, momentum berbuka juga bisa digunakan untukbercengkrama dengan keluarga dan kerabat.

Ibadah lainnya yang biasa dilakukan di bulan Ramadan adalah salat Sunnah Tarawih selepas Isya. Bagi kaum muslimkebanyakan, salat Tarawih berjamaah biasanya dilakukan di surau atau masjid terdekat. Namun bagi karyawan muslim PT Freeport Indonesia yang bekerja di dalam perut bumi, makaibadah salat Tarawih dilaksanakan di Masjid BaabulMunawwar, yang terletak Tembagapura, Timika, Papua, dandi kedalaman 1.700 meter dari permukaan bumi.

Masjid yang diresmikan pada bulan Juni 2016 itu memangdidirikan oleh menejemen PT Freeport Indonesia untukmemudahkan para karyawannya yang beragama Islam untukmenunaikan ibadah salat lima waktu. Memasuki BulanRamadan, masjid dengan nama yang bermakna pintu tempatcahaya itu juga digunakan untuk berbuka puasa bersamadan mendirikan salat Tarawih bagi karyawan muslim yang bekerja di salah satu lokasi tambang terbesar di Indonesia itu.

Adapun untuk kegiatan selama bulan Ramadan, kitausahakan setiap hari Jumat itu paling tidak seminggu sekalikami adakan buka bersama di Masjid Baabul Munawwar,” ujar Budi Sutrisna, karyawan PT Freeport Indonesia yang juga merupakan pengurus Masjid Baabul Munawwar. Dalamkesehari-hariannya, Budi bertugas sebagai general foremandi Deep Mill Level Zone (DMLZ) atau tambang bawah tanahPT Freeport Indonesia.

Karyawan yang aktif mengikuti kegiatan di Masjid BaabulMunawwar kebanyakan berasal dari bagian operasionaltambang bawah tanah seperti bagian mekanik, konstruksi, operator, elektrik, instrument dan lainnya. Budi menjelaskanbahwa saat berbuka puasa, biasanya mereka menghentikanpekerjaan mereka sejenak untuk membatalkan puasasekaligus menunaikan ibadah salat Magrib. Setelah itu, mereka akan kembali ke posnya masing-masing untukkemudian berkumpul kembali di masjid dan menunaikan salatIsya serta Tarawih setelahnya.

“Di sela waktu antara magrib dan isya, para karyawanbiasanya mengikuti safety meeting di bagiannya masing-masing. Meeting ini dilakukan untuk mengingatkan para pekerja terkait keselamatan kerja, karena bagaimanapun jugakeselamatan kerja merupakan prioritas utama. Jadi, setelahmereka selesai pembagian tugas, sekitar kurang lebihsetengah jam, mereka kembali ke masjid untukmelaksanakan shalat isya secara berjamaah dan dilanjutkantarawih. Setelah itu mereka kembali ke pekerjaannya masing-masing, melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggungjawabnya” kata Budi.

Khusus di hari Jumat, karyawan muslim akan mendapatkanmenu berbuka yang berbeda dari biasanya. Selain itu, pihakpengurus masjid juga mendatangkan Ustadz khusus dariYayasan Masyarakat Muslim (YMM) untuk memberi tausiah.

Kami mengundang Ustadz dari Yayasan Masyarakat Muslim (YMM) untuk jadi imam sekaligus penceramah di kultum (red. Kuliah tujuh menit). Di samping itu, kita juga mengagendakanberbagai kegiatan lainnya yang bisa mengeratkan silaturahmidi antara para Jemaah. Alhamdulillah, mereka cukup gembira, cukup ramai, dan akan menyambut positif dari kegiatan ini,”lanjut Budi.

Ditemui di tempat terpisah, Riza Pratama selaku Vice President, Coorporate Communication dari PT Freeport Indonesia menyebut bahwa manajemen perusahaan memangmendirikan masjid Baabul Munawwar sebagai bentukkomitmen perusahaan atas kehidupan beragama para karyawannya. Sebagai perusahaan dengan jumlah karyawanmencapai lebih dari 28 ribu personnel, PT Freeport Indonesia tentunya menjadi rumah bagi banyak individu dengankeyakinan yang berbeda. Karena itu, kenyamanan karyawandalam menjalankan ibadah selalu menjadi prioritas utamaperusahaan.

Dengan jumlah karyawan yang begitu besar, tentu sajakenyamanan mereka dalam menjalankan ibadah sesuaikepercayaan merupakan prioritas kami. Karena itulah padabulan yang suci ini, kami juga memastikan para karyawankami yang beragama muslim untuk dapat menjalankan ibadahdengan maksimal.” Kata Riza.

Tak hanya masjid, untuk memastikan terpenuhinya kebutuhanspiritual karyawan PT Freeport Indonesia, pihak perusahaanjuga menyediakan fasilitas gereja bagi karyawannya yang beragama kristiani. Yang unik, gereja yang bernamaOikumene Soteria ini terletak secara berdampingan denganMasjid Baabul Munawwar. Di tahun 2017, keduanya pun mendapatkan piagam rekor dari Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) sebagai masjid dan gereja terdalam di Indonesia, bahkan di dunia.

Selain untuk memenuhi kebutuhan karyawan, keberadaanrumah ibadah secara berdampingan ini juga merupakanbentuk toleransi antar umat beragama dan simbolkeberagaman karyawan PT Freeport Indonesiatutupnya.

Potret keberagaman dan toleransi beragama di PT Freeport Indonesia ini pun menuai pujian dari Menteri Energi danSumber Daya Mineral, Ignasius Jonan. Dalam akunTwitternya @jonan_ignasius pada 6 Mei lalu, mantan Dirut PT KAI itu menyebut bahwa keberadaan kedua rumah ibadah di perut bumi merupakan wujud kebhinekaan di Indonesia.

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa. Di kedalaman 1.760 m di bawah permukaan tanah di komplek tambang bawah tanahFreeport Indonesia, terdapat Masjid Baabul Munawwar yang berdampingan dengan Gereja Oikumene Soteria. Inilah wujudkebhinekaan Indonesia” katanya.(Anto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here