Tulis Status Paulus Waterpauw Sebarkan Hoax di Facebook, Seorang Warga Nabire Ditangkap Tim Siber Polda

0
642

JAYAPURA, Reportasepapua.com – Bertempat di Hotel Mahavira Kabupaten Nabire , Aparat Kepolisian Daerah Papua berrhasil Menangkap Melianus Duwitau Terduga Penyebaran Berita bohong/hoax terhadap Kapolda Papua Tentang Kontak Senjata di Kabupaten Intan Jaya Papua.

“Tim Subdit Siber Dit Reskrimsus Polda Papua Melakukan patroli dan pemantauan di media sosial yang menemukan akun Facebook Pelaku memposting dokumen elektronik berupa foto dan tulisan yang bermuatan ujaran kebencian/SARA dan pencemaran nama baik dengan membuat tulisan pada foto Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw,” Ungkap Kombes Pol AM Kamal Kepada Redaksi Reportase.

Kamal Menambahkan Dari hasil pantauan oleh Patroli Siber Subdit V Ditreskrimsus Polda Papua, sebanyak 5 personel Ditreskrimsus berangkat ke Kabupaten Nabire guna melakukan penangkapan terhadap pemilik akun Mel Pkn alias MD, sesuai dengan Laporan Polisi Nomor : LP/28/I/RES.2.5/2020/SPKT/Polda Papua tanggal 26 Januari 2020.

“Pada hari Kamis tanggal 30 Januari 2020 pukul 21.00 WIT personil mendapat informasi dari masyarakat bahwa pelaku berada di Hotel Mahavira Kabupaten Nabire, mendapat informasi tersebut personil langsung mendatangi hotel tersebut dan berhasil mengamankan pelaku dan dibawa ke Polres Nabire guna dilakukan penyidikan lebih lanjut,” Tambah Kamal.

Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui bahwa telah memposting berita Kapolda Papua Tentang Kontak Senjata di Kabupaten Intan Jaya Papua dengan menggunakan akun Facebook an. MEL Pkn pada pada tanggal 26 Januari 2020 yaitu dengan cara membuat tulisan pada foto Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw yang berbunyi “Kapolda Papua Waterpauw, Segera Bertanggung Jawab atas Penyebaran hoax Tentang Papua Intan Jaya.

“Tindakan kepolisian yang dilakukan yakni, Mengamankan pelaku dan barang bukti, melakukan penyelidikan dan penyidikan. Kasus tersebut telah ditangani Dit Reskrimsus Polda Papua,” Tutur Kamal.

Kabid Humas Juga Mengakui hari ini pelaku telah di terbangkan ke Jayapura untuk proses hukum lebih lanjut oleh Subdit Siber Dit Reskrimsus Polda Papua.

Atas perbuatannya pelaku di jerat dengan UU ITE No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2008 informasi dan transaksi electronik dengan pasal 45A ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2), dengan ancaman pidana 6 tahun penjara. (Redaksi Reportase)

                                                                                   

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here