Tingkatkan Masalah Kesehatan di Tanah Papua, DPRP Siap Bekerjasama Dengan Dewan Gereja di Asia

0
387

JAYAPURA, Reportasepapua.com – Ketua DPR Papua, Jhony Banua Rouw,SE didampingi Wakil Ketua Komisi V DPR Papua, Kamasan Jack Komboy dan anggota DPRP lainnya menerima tamu dari Utusan Christian Conference of Asia (CCA) atau Konferensi Gereja – Gereja di Asia atau Dewan Gereja di Asia.

Pertemuan itu berlangsung di ruangan Ketua DPR Papua,  Jhony Banua Rouw,  Kamis (27/2/20), untuk membahas soal Kesehatan di Tanah Papua, khususnya tentang penyakit HIV/AIDS  serta Pendidikan.

Utusan Konferensi Gereja – Gereja di Asia itu, diantaranya Dr Raymond G Bachongo, Konsultant Kesehatan, Dr Ronald Lathanmawia, petugas Diakonia Kenabian dan Advokasi HIV/AIDS CCA dan Jay Roy Tipayan, petugas Advokasi HIV/AIDS CCA.

Kepada wartawan,  Raymond Bachongo mengatakan, jika hal ini merupakan kesempatan yang baik untuk mengunjungi DPR Papua.

Bahkan,  Raymond Bachongo mengaku meski sudah tiga tahun di Papua, namun ini kesempatan pertama untuk berkunjung ke Parlement of Papua (DPR Papua).

“Saya sangat terkesan baik dengan penyambutan dari DPR Papua. Saya bekerja di GKI di Tanah Papua sebagai konsultan kesehatan di Departemen Kesehatan di Diakonia dan saya merasa puas dengan diskusi dalam pertemuan dengan DPR Papua ini,” ungkap Raymond usai pertemuan.

Dimana dalam pertemuan ini, Raymond ingin mendengar langsung program-program yang menjadi prioritas dari DPR Papua dan bekerjasama dengan pihak gereja.

“Saya sangat senang, karena ini kesempatan membuka hubungan kerjasama dengan DPR Papua khususnya masalah kesehatan di Papua. Jadi, untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan merupakan prioritas atau fokus dari kita semua,” ujarnya.

Apalagi, kata Raymond, DPR Papua menyambut positif terkait program pelayanan kesehatan di Papua.

“Tapi kami sangat berharap ke depan bisa membangun kerjasama dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di Papua,” ucapnya.

Pada kesempatan itu,  Dr Ronald Lathanmawia, petugas Diakonia Kenabian dan Advokasi HIV/AIDS CCA pun menjelaskan jika CCA merupakan forum lebih dari 37 dewan gereja  nasional dan 98 gereja anggota CCA.

“Dari pengalaman sejarah bahwa gereja memainkan peranan penting dalam pelayanan kesehatan baik di Asia maupun Afrika,” jelas Ronald.

Hanya saja kata Ronald, kelanjutan dari pelayanan kesehatan ini, sangat tergantung dari komitmen pemerintah dalam hal ini DPR Papua untuk berkomitmen dalam pelayanan kesehatan agar tetap berlanjut.

“Dalam diskusi dengan Ketua DPR Papua dan anggota, kami lihat ada komitmen luar biasa dari mereka dalam melihat masalah sosial, kesehatan dan pendidikan di Papua. Hanya perlu kerjasama untuk mencapai satu tujuan,” tuturnya.

Namun Ronald berharap ke depan bisa bekerjasama dengan DPR Papua dan gereja untuk melihat masalah HIV/AIDS di Papua.

Sementara,  Jay Roy Tipayan, petugas Advokasi HIV/AIDS CCA mengapresiasi DPR Papua yang membuka diri untuk bekerjasama dengan CCA dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di Papua.

“Kami pun menyadari bukan DPR Papua saja yang bekerja, tapi kita semua harus bekerjasama dalam memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat di Papua,” tekannya.  

Menanggapi hal itu,  Ketua DPR Papua, Jhony Banua Rouw menyambut baik atas kunjungan dewan gereja  Asia bertemu DPR Papua untuk membahas masalah kesehatan di Tanah Papua, dimana mereka sangat konsen dalam bidang kesehatan khususnya HIV/AIDS.

“Kami sudah bicarakan banyak hal. Kami senang bisa bertemu dan kami berharap ke depan, kami bisa bersama-sama dengan pemerintah daerah dan dewan gereja membangun masyarakat Papua,” kata Politisi Partai NasDem yang akrab disapa JBR.

Apalagi lanjut JBR,  dari awal Papua ini, dibuka oleh gereja, setelah itu baru pemerintah masuk, sehingga diharapkan pihak gereja tidak meninggalkan itu, tetapi harus terus menjaga dan bekerjasama memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat di Papua.

“Pertemuan kami tadi, kami berharap mari melihat masalah kesehatan khususnya HIV/AIDS, dengan melihat dengan kaca mata kami di Papua. Itu sangat penting, tidak boleh kita samakan dengan daerah lain, agar bisa menyelesaikan masalah ini,” tandasnya.

Apalagi, kata legislator Papua ini,  trend penyakit HIV/AIDS di Papua terus meningkat,  lantaran menggunakan standar yang sama dengan daerah lain.

“Jadi kami ajak pihak gereja mengambil bagian ini, bahkan tadi kita sudah sepakati bahwa kami DPR Papua siap menerima aspirasi atau ada kajian – kajian terutama mau mengusulkan Perda silahkan saja,” ujar Jhony Banua. 

“Nanti dari pihak gereja menyiapkan drafnya dengan baik, lalu diusulkan kepada kami dan kami pum siap menerima itu, untuk dibahas bersama-sama sehingga dapat membuat satu regulasi dalam pelayanan kesehatan yang lebih baik lagu  kedepannya di Papua,” sambungnya. (Tiara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here