Selasa, September 21, 2021

Terkait Dugaan Kasus Polio di Yahukimo, Dinkes Diminta Harus Turun ke Semua Distrik

JAYAPURA,REPORTASEPAPUA.COM – Sekretaris Komisi V DPR Papua yang membidangi Pendidikan dan Kesehatan, Natan Pahabol berharap Dinas Kesehatan (Dinkes) Yahukimo memastikan dugaan penyebaran polio yang  menyerang sejumlah warga di Distrik Dekai, ibu kota kabupaten itu.

Legislator Papua dari daerah pemilihan (dapil) Yahukimo, Yalimo dan Pegunungan Bintang itu mengatakan, jika sudah ada warga di suatu wilayah yang teridentifikasi menderita polio, bukan tidak mungkin masyarakat di kampung dan distrik lain juga ada yang menderita penyakit serupa.

Hanya saja lanjut Natan Pahabol, belum terpantau lantaran kondisi geografis Yahukimo yang begitu luas dengan akses yang sulit pula.

Namun sebagai anak daerah asal Yahukimo, ia meminta Tim Dinkes Yahukimo harus turun ke semua distrik yang ada di daerah itu.

“Apalagi tenaga medis di Yahukimo sangat minim. Jadi Dinkes Yahukimo mesti turun lapangan dan memastikan kondisi masyarakat di setiap kampung,” kata Natan Pahabol lewat via teleponnya, rabu  (30/1/19).

Sehingga kata Natan, Dinkes juga harus memastikan penyebaran penyakit itu terjadi di daerah mana saja, dan langsung melakukan pendataan.

“Itu untuk memperoleh data pasti jumlah penderita, sehingga pihak terkait misalnya Pemprov Papua tidak kesulitan saat membantu penanganannya,” tandas Natan.

Menurutnya, jika nanti penderita sudah sampai 10 orang, sudah dapat dikategorikan itu kasus luar biasa (KLB), sehingga Dinkes kabupaten perlu mengambil sikap.

Bahkan Politisi Partai Gerindra ini menegaskan, jika fasilitas kurang memadai, maka perlu perhatian kementerian terkait, karena kondisi Yahukimo berbeda dengan kabupaten lain.

Apalagi kata Natan Pahabol, kondisi geografis Yahukimo yang luas tapi tidak ditunjang dengan fasilitas yang memadai dan minimnya tenaga medis.

“Ini harus menjadi perhatian serius. Saya harap ada langkah kongkrit yang diambil,” tegas Natan.

Natan Pahabol menambahkan, beberapa waktu lalu ia baru kembali dari kampungnya di Distrik Anggruk. Di sana ada tiga orang anak laki-laki usia 14 tahun yang kesulitan saat berjalan. Ia mencoba berkoordinasi dengan dokter, namun tidak dapat terhubung.

“Saat itu saya tidak terpikir kalau mereka mungkin kena polio. Nanti setelah ada informasi ini baru saya terpikir. Makanya tim Dinkes harus turun ke semua distrik untuk memastikan. Misalnya di Distrik Anggruk, Kurima, dan Ninia,” pintanya. (Tiara).

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

[td_block_social_counter facebook=”tagdiv” twitter=”tagdivofficial” youtube=”tagdiv” style=”style8 td-social-boxed td-social-font-icons” tdc_css=”eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjM4IiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tYm90dG9tIjoiMzAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn0sInBvcnRyYWl0X21heF93aWR0aCI6MTAxOCwicG9ydHJhaXRfbWluX3dpZHRoIjo3Njh9″ custom_title=”Stay Connected” block_template_id=”td_block_template_8″ f_header_font_family=”712″ f_header_font_transform=”uppercase” f_header_font_weight=”500″ f_header_font_size=”17″ border_color=”#dd3333″]
- Advertisement -

Latest Articles