Tangani Pandemi Covid-19, Pemda Wondama Siapkan 12 Miliar Untuk Belanja Bapok

0
154

WONDAMA, Reportase papua.com – Pemkab Teluk Wondama Provinsi Papua Barat alokasikan anggaran sebesar 12 miliar rupiah demi pertahankan ketersediaan stok pangan didaerah ditengah pandemic Corona Virus tahun 2019 (Covid-19). Tentunya anggaran tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Teluk Wondama.

Relokasi anggaran 12 miliar rupiah itu seluruhnya akan digunakan untuk membelanjakan makanan pokok diantara Beras, Gula, Garam minyak Goreng bawang putih dan bawang merah. Pengadaan stok pangan tersebut didatangkan dari kota Surabaya provinsi Jawa Timur dan kota Makasar Provinsi Sulawesi selatan. Bapok itu diantaranya, Beras, Minyak Goreng, Gula, Bawang merah, Bawang Putih, Garam dan telur ayam.

“Pemerintah telah sediakan anggaran sebesar 12 milyard untuk mencukupi kebutuhan Bapok di kabupaten teluk Wondama. Anggaran tersebut digunakan untuk Membelanjakan Beras 6000 kilogram atau 600 ton, Gula sebanyak 4000 kilo gram atau 400 ton, minyak goreng sebanyak 19.000 liter, garam sebanyak 320 kilo gram, bawang putih 6 ton, bawang merah 6 ton dan telur ayam sebanyak 3.000 rak,” kata kepala dinas Perindagkop pemkab teluk Wondama ketika ditemui sejumlah wartawan di gedung sasana karya kabupaten teluk Wondama, Senin, (21/4).

Besaran jumlah masing-masing Bapok tersebut merupakan perhitungan konsumsi Bapok masyarakat se Kabupaten Teluk Wondama. Selain bapok tersebut Karubuy juga membeberkan pemda Wondama berinisiatif untuk membelanjakan minyak tanah industry untuk mengantisipasi terjadi kekosongan minyak tanah subsidi.

Demi mempertahankan ketersediaan pangan tetap stabil dan harga barang naik, Karubuy katakan penyaluran bapok yang dibelanjakan akan bergulir 3 tahap dengan sistem kembali modal yang artinya Bapok yang dibelanjakan per bulannya sekitar 3 miliar lebih dijual dengan harga stabil untuk mendapat modal kembali untuk kemudian dibelanjakan lagi dengan jumlah dan jenis barang yang sama dalam kurun waktu hingga bulan Oktober mendatang oleh sebab itu pemda akan menggunakan 3 distributor agen besar di Wondama.

“Akan digunakan 3 tahap belanja, Bulan Mei 3 miliar lebih, Bulan Juni 3 miliar lebih dan bulan July 3 miliar lebih. Untuk antisipasi Bapok bertahan hingga bulan Oktober mau tidak mau suka tidak suka kita harus menggunakan system dagang bergulir tidak untung tetapi kembali modal untuk dibelanjakan lagi agar sampai bulan Oktober kethanan pangan kita normal, kita akan pakai 3 distributir besar Wondama yakni, UD. KOKO 9 (Darmaji), Tomia (Wahyu) dan Hamka Khsusu untuk sembako alokasi anggaran ini terus akan kami putar demi mencukupi Bapok di Wondama,”tutur Karubuy.

Pengangkutan Bapok tersebut menggunakan Kapal Gunung Dempo untuk 19.000 telur ayam, sementara Garam, Minyak Goreng, Beras, Bawang merah dan putih serta Gula menggunakan kapal Tol Laut tanggal 26 April 2020. ungkap Karubuy. (solfi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here