Stok Beras Aman, Warga Dihimbau Agar Tidak Panic Buying

JAYAPURA, Reportasepapua.com – Dalam kegiatan Pemantauan Ketersediaan Stok Beras dan Bahan Pangan Lainnya di Gudang Bulog yang ada di Tasangka, Kepala Perum Bulog Kanwil Papua dan Papua Barat, Sopran Kenedi mengatakan sampai hari ini Bulog mempunyai persediaan beras 33.500 Ton untuk wilayah Papua dan Papua Barat.

Sedangkan untuk wilayah Papua stoknya 26.400 Ton. Jika dilihat penyaluran rutin yang berada di kisaran 6.000 sampai 10.000 Ton maka stok yang dikuasai Bulog saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan 4 bulan kedepan, tetapi Bulog akan terus melakukan penambahan stok dari Merauke, Sulawesi Selatan dan Jawa Timur.

Stok minyak goreng 10.500 Liter (Papua 700 Liter, Papua Barat 9.800 Liter), tepung terigu 7.400 kg (Papua 3.200 kg, Papua Barat 4.200 kg).

“Mulai November 2019, stok gula sudah mulai menipis tetapi kita tetap mengajukan kepada Perum Bulog pusat. Untuk saat ini Perum Bulog pusat sudah mendapatkan penugasan sebanyak 29.750 Ton gula mentah yang akan diolah di pabrik gula Bulog di Blora dan akan di distribusikan ke daerah – daerah termasuk di Papua dan Papua Barat,” kata Sopran.

Secara terus menerus Bulog akan mensuplai kebutuhan gula baik dari panen dalam negeri maupun dari importasi gula kristal putih yang siap konsumsi.

Bulog pun sebenarnya mengutaman intervensinya non pasar artinya ke tingkat rumah tangga melalui outlet Bulog di Rumah Pangan Kita (RPK), di pasaran umum nanti akan ada dibantu secara sinergis dengan distributor, pemerintah daerah sudah menghimbau agar distributor yang mempunyai bahan pangan yang dibutuhkan masyarakat juga untuk berpartisipasi ikut berempati melakukan kegiatan paling tidak membatasi penjualannya dengan harga yang layak dan tidak terlalu tinggi sehingga masyarakat merasa bahwa stok aman dan tidak panik untuk melakukan aksi borong karena stoknya masih cukup dan harga terjangkau.

Untuk mengantisipasi kenaikan permintaan kebutuhan bahan pangan dalam masa pandemik Covid – 19 maupun untuk kebutuhan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (Ramadhan dan Idul Fitri 2002) secara bertahap akan dilakukan penambahan stok dengan rincian : Beras 8.000 Ton (Papua 5.500 Ton, Papua Barat 2.500 Ton), Gula 5000 Ton (Papua 3.000 Ton, Papua Barat 2.7000 Ton), Minyak Goreng 60.500 Liter (Papua 38.500 Liter, Papua Barat 22.000 Liter), Terigu 33.000 Kg (Papua 27.000 Kg, Papua Barat 6.000 Kg). Diperkirakan penambahan stok komoditi non beras sudah mulai tersedia pada awal April 2020. Untuk Gula tahap pertama akan diterima 200 – 250 ton Gula Kristal Putih siap konsumsi.

Ketua Satgas Pangan Daerah Provinsi Papua, Ricko Taruna mengatakan, untuk situasi dan kondisi saat ini distributor dan pengecer sudah diatur dalam Undang Undang Perdagangan dan Undang Undang Pangan, dalam Undang Undang Perdagangan jika ketahuan melakukan penimbunan denda Rp50 Miliar sedangkan untuk Undang Undang Pangan jika ketahuan melakukan penimbunan akan di denda Rp100 Miliar.

“Tapi kita berharap tidak ada terjadi langkah – langkah kita sampai mengambil tindakan hukum, kita berharap dari seluruh masyarakat, stakeholder, pengecer serta distributor sama – sama berempati dengan situasi yang seperti ini karena sekali lagi kegiatan satgas pangan tetap akan kita lakukan seminggu sekali untuk mengecek harga pasar,” ucapnya.

Artinya kita tidak akan lelah untuk melakukan langkah – langkah sosialisasi, kemudian kita akan mencoba untuk membuat satu posko ataupun call center jadi ketika ada keluhan masyarakat mengenai adanya kenaikan harga yang tidak layak dan akan kita cek langsung.

Satgas Pangan bersatu untuk memantau harga pasar untuk kepentingan masyarakat semua.

Call center Tim Pengolahan Dampak Ekonomi 1500 671 jika ada masalah menyangkut kenaikan harga dan lain – lain atau kasus PHK bisa dilaporkan di call center tersebut. (Ananda)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

22,038FansSuka
2,809PengikutMengikuti
17,800PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles