WONDAMA, Reportase Papua.com – Penyaluran Bantuan social (Bansos) kabupaten Teluk Wondama Provinsi Papua Barat ditengah pandemic Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) akan mengalami sedikit perubahan data terutama Bansos Perikanan dan Bansos Pertanian yang bersumber dari APBD kabupaten Teluk Wondama, namun Bansos yang bersumber dari APBN tetap mengikutu perysaratan mutlak yang dikeluarkan pusat sampai ke daerah-daerah.

Bansos di bagi menjadi 3 tahap, yakni tahap pertama Bulan April kedua Mei dan ketiga bulan Juni. Bupati kabupaten teluk Wondoma akui penyaluran Bansos di Wondama sedikit terlambat karena penuh dengan persyaratan data. Data harus lengkap. Itulah sebabnya dalam Bulan Mei masyarakat terima Bansos 2 kali tahap pertama dan kedua.

Namun kata Imburi penyaluran bansos kedepan akan di lakukan perbaikan data, sehingga bantuan yang bersumber dari APBN dan APBD tidak terjadi tumpang tindih atau 1 masyarakat kebagian lebih dari satu program bantuan. Hal tersebut tentunya dilakukan pemkab Wondama agar Bansos tersalurkan tepat sasaran.

“Bansos di bagikan 3 tahap, pertama bulan April kedua Mei dan ke 3 bulan Juni. Tahap pertama sudah dilaksanakan dan didalam pelaksanaan tahap pertama kita sudah laksanakan harusnya di bulan April namun persiapan yang panjang kita harus lalui mulai dari penyiapan data-data masyarakat sehingga baru disalurkan pada bulan Mei, bulan ini tahap satu dan dua harus tersalurkan,” kata Bupati Teluk Wondama ketika gelar Jumpa pers dengan sejumlah wartawan di ruang media center Covid-19 di Manggurai.

Diakuinya penyaluran bansos masih terkendala data. Namun dalam tahap berikutnya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penyaluran bansos di perintahkan agar segera perbaiki data yang masih keliru namun harus memastikan tak ada masyarakat yang dapat bantuan dobol, apalagi Bansos yang sumbernya APBN. Imburi juga ungkapkan pada prinsipnya pemerintah kabupaten Wondmaa inginkan Bansos dapat diterima oleh seluruh masyarakat Wondama namun ada mekanismenya.

“OPD teknis yang laksanakan penyaluran bansos kami akui masih banyak kekuranagn di lapangan terutama soal data, oleh sebab itu didalam pelaksanaan tahap kedua akan memperhatikan kesulitan penyaluran Bansos pada tahap pertama sehingga penyaluran tahap dua data yang bisa di sempurnakan akan disempurnakan namun data yang belum bisa itu karena melalui mekanisme yang panjang. Kiranya itu bisa di perhatikan oleh OPD dan dimaklumi oleh masyarakat Wondama,” ujar Imburi.

Dia juga minta dalam pembuatan Kartu tanda penduduk (KTP-el) kedepan nanti masyarakat Wondama tidak berikan data yang keliru, jika status pekejaan Petani maka tulis petani jika nelayan maka tulis nelayan. Kata Imburi jangan gengsi mengakui keberadaan status pekerjaan yang sebenarnya ketika ada bantuan seperti ini tidak terjadi kesalah pahaman lagi.

Lebih parah lagi dirinya megungkapkan hingga saat ini masih ada rakyat Wondama yang tak miliki KTP akhirnya dia menegaskan agar Dikdukcapil bekerja lebih maksimal lagi dan pastikan semua rakyat Wondama kantongi KTP-el.

“Ada sejumlah penduduk Wondama tidak miliki KTP, Dikdukcapil perhatikan ini baik, kedepan jangan seperti ini lagi. ada KTP tapi mata pencaharian tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, pekerjaan Nelayan tapi status pekerjaan di KTP wiratswasta. pemuda di kampung yang pekerjaannya nelayan tetapi tidak tertera di KTP nelayan maka tidak akan bisa terima bantuan,”ungkap Imburi.

Tetapi kata Imburi semua rakyat yang berdiam di bumi Wondama tetap akan di perhatikan pemerintah sebab kita adalah sama rakyat Indonesia.
“contoh Ada ojek yang tidak punya KTP Wondama tidak bisa kita masukan untuk dapat bantuan sebab harus miliki NIK Wondama. Mereka tidak punya KTP Wondama tetapi andai kata satu orang saja terkena dampak kesehatan tidak mungkin pemda Wondama biarkan sebab dia warga Negara Indonesis atas dasar kemanusiaan kita harus bantu dan layani,” tutur Imburi.

Imburi juga mengungkapan penyaluran Bansos tahap berikutnya akan di salurkan secara bersamaan oleh semua OPD teknis pembagian Bansos, sehingga dapat menyortir siapa saja yang sudah dapat Bansos dan yang belum dapat Bansos.

“tahap kedua semua OPD gabung jadi satu tidak jalan sendiri-sendiri tetapi sama-sama sehingga dapat menghindari ada yang dapat dobol, sehingga semua rakyat Wondama kebagian Bansos sehingga semu berjalan baik, tentu ini harus didukung dengan koordinasi dan komunikasi. Satu yang yang saya minta seluruh rakyat Wondama, kita harus Berdoa kapada Tuhan kita masing-masing agar diluputkan dari Covid-19” pungkas Imburi. (SR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here