NETWORK : RakyatPos | ValoraNews | KupasOnline | TopSumbar | BanjarBaruKlik | TopOne | Kongkrit | SpiritSumbar | Basangek | MenaraInfo | Medikita | AcehPortal | MyCity | Newsroom | ReportasePapua | RedaksiPos | WartaSehat JetSeo
RUU KUHP Yang Baru Tidak Tepat Untuk Masyarakat di Papua – Reportase Papua

RUU KUHP Yang Baru Tidak Tepat Untuk Masyarakat di Papua

banner 120x600

JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM – Adanya Protes Keras dari Mahasiswa di Jakarta dan Daerah Lain, pasal-pasal RKUHP yang menuai polemik dikalangan masyarakat baru baru ini, salah satunya ialah pasal 285 yang berbunyi ” Suami perkosa Istri sendiri dipenjara 12 Tahun ” , Mendapat Tanggapan dari Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPA dan KB) Provinsi Papua, Anike Rawar.

“Saya fikir RKUHP Pasal 285 perlu dikaji dan dilihat kembali, karena hal tersebut kurang tepat diterapkan di Papua, mengapa? Karena di papua memiliki ratusan suku dan bahasa dengan adat istiadat yang berbeda beda, ” kata Anike.

Karena kondisi kami di Papua dengan kondisi diluar papua sangat jauh berbeda, sambungnya. Disinggung juga mengenai RKUHP Pasal 432 yang berbunyi Wanita Pulang Malam atau Hidup Gelandangan terkena denda Rp. 1 Juta Rupiah, Anike Rawar menjawab bahwa RKUHP tersebut tidak cocok diterapkan di papua karena pelaku pencari ekonomi yang bekerja dari pagi hingga malam hari adalah seorang perempuan.

“Undang Undang tersebut apabila resmi diterapkan di papua, akan menimbulkan kesalahpahaman dan konflik dikalangan masyarakat, ” lanjut Anike.

Apalagi kalau pihak laki laki telah membayar secara adat, mas kawin kepada pihak perempuan, dan telah sah menikah dihadapan Tuhan ( Gereja ) dan secara Adat, lalu dikeluarkan undang undang seperti ini, saya fikir tidak masuk di akal sehat, kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana itu. (BERTI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *