Minggu, September 19, 2021

RSUD Yahukimo Gelar Workshop Standar Nasional Akreditasi

Yahukimo, Reportasepapua.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)  Dekai, Kabupaten Yahukimo mengelar workshop standar nasional akreditasi rumah sakit.

Workshop dimaksudkan untuk mengetahui syarat standar pengajuan peningkatan kelas sebuah rumah sakit yang harus dipenuhi mengikuti standar nasional yang telah ditetapkan pemerintah dalam bidang pelyanan kesehatan bagi masyarakat.

Direktur RSUD,  Dekai,  Dr. Rahel Madao mengatakan semua pihak yang berada didalam rumah sakit harus mulai dari bagian keamana hinga para dokter harus mengetahui ketentuan dan syarat yang ditetapkan dalam peraturan maupun perundangan-undangan tentang standar dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat.  ”  Kita semua adalah pelayan untuk itu kita harus punya jiwa melayani,  kita melayani kesehatan bagaimana menjadi pelayan kesehatan harus kita ikuti standar yang sudah ada, ” kata Dr. Rahel.

Dijelaskannya,  saat ini RSUD Dekai masih berstatus rumah sakit pemula belum memiliki kelas, untuk bisa naik kelas harus melalui akreditasi yang penilaiannya akan dilihat dari tim Kementerian Kesehatan.  Untuk itu RSUD Dekai perlu berbenah diri dari dalam semua hal agar bisa naik kelas dari rumah sakit pemula ke rumah sakit kelas D, kelas pertama dalam jenjang kelas yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.  ” Ternyata kain horden penutup jendela sebuah rumah sakit ada jenis,  bentuk dan standarnya bukan yang seperti kita (RSUD Dekai)  gunakan saat ini,  jadi kalau mau terakreditasi kain hordennya harus diganti, itu salah satu contoh,  ujar Dokter Rahel.

Untuk itu dirinya selaku pimpinan mengajak semua elemen yang ada di RSUD Dekai mau peduli dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat agar RSUD Dekai bisa terakreditasi dan naik kelas.

Sementara itu,  Dr. Vivi dari Rumah Sakit Chairil Anwar, Makasr sebagai pemberi materi dalam work shop menyampaikan,  selain kelengkapan rumah sakit yang harus disiapkan,  petugas medis juga harus mengikuti standar perlindungan diri dalam menangani pasien.  Ini dimaksudkan agar petugas medis tidak terkontaminasi virus atau penyakit yang ada dilingkungan rumah ” kadang sepele,  dalam cuci tangan petugas medis harus memperhatukan dalam mencuci tangan sebelum dan sesudah menangani pasien arau mengunakan alat-alat medis, ” kata Dokter Vivi.

Selain itu,  perlengkapan dan alat perlindungan diri harus selau dikenakan sebagai syarat yang harus diperhatikan.(rico)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

[td_block_social_counter facebook=”tagdiv” twitter=”tagdivofficial” youtube=”tagdiv” style=”style8 td-social-boxed td-social-font-icons” tdc_css=”eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjM4IiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tYm90dG9tIjoiMzAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn0sInBvcnRyYWl0X21heF93aWR0aCI6MTAxOCwicG9ydHJhaXRfbWluX3dpZHRoIjo3Njh9″ custom_title=”Stay Connected” block_template_id=”td_block_template_8″ f_header_font_family=”712″ f_header_font_transform=”uppercase” f_header_font_weight=”500″ f_header_font_size=”17″ border_color=”#dd3333″]
- Advertisement -

Latest Articles