Rekrutmen Anggota KPU Dilaksanakan dalam Tiga Gelombang

JAYAPURA, reportasepapua.com –  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua sejak bulan Agustus lalu telah membuka pendaftaran anggota KPU yang akan ditempatkan di 29 kabupaten/kota.

Ketua KPU Provinsi Papua, Theodurus Kosay yang ditemui wartawan di Taman Imbi, Kota Jayapura, Selasa (23/10/2018) mengatakan bahwa proses rekrutmen ini akan dilaksanakan dalam 3 gelombang.

“Gelombang pertama sudah dilakukan di bulan Agustus lalu. Di gelombang pertama itu kita lakukan rekrutmen untuk 13 kabupaten/kota” kata Theodorus Kosay.

Sementara untuk gelombang kedua pihaknya akan melakukan rekurtmen di 7 kabupaten dan gelombang ketiga di 9 kabupaten.

“Jadi untuk yang gelombang pertama di 13 kabupaten/kota ini sudah kita lakukan rekrutmen dan sampai hari ini 10 besar sudah masuk hanya tinggal melakukan fit and proper test” kata Kosay.

Dikatakannya, pelakasanaan fit and proper test  yang akan dilakukan KPU Papua dalam rekrutmen di 13 kabupaten/kota ini akan dilaksanakan sesuai dengan PKPU nomor 25 pasal 28 ayat 4.

Dari 13 kabupaten/kota di gelombang pertama itu tujuh  diantaranya adalah Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Lanny Jaya, Dogiyai, Asmat, Merauke dan Mamberamo Tengah.

“Untuk gelombang kedua, saat ini sedang dilakukan dan telah masuk ke dalam tahapan pemeriksaan kesehatan untuk 7 kabupaten. Sedangkan tahap ketiga yang diikuti oleh 9 kabupaten Kota dan saat ini KPU mengeluarkan pengumunan tim seleksinya” ujat Kosay.

Kosay juga menuturkan, untuk di gelombang ketiga ini seluruh proses dan tahapan akan berjalan setelah tim seleksi di 9 kabupaten ini ditentukan. Dirinya juga mengungkapkan bahwa nanti setiap anggota KPU di tingkat kabupaten/kota akan berjumlah 5 orang.

Kosay juga mengajak seluruh elemen masyarakat yang memiliki intergritas, profesionalisme dan netralitas untuk segera mendaftar dan mengikuti seluruh proses tahapan rekrutmen anggota KPU ini.

Karna menurutnya hanya pemilu yang bersih, demokratis dan berkualitas itu dapat dilaksanakan dengan penyelenggara pemilu yang berintergritas, profesional dan netral.

“Karena itu, kita membutuhkan orang-orang yang berpengalaman, berpengetahuan tentang kepemiluan, demokrasi dengan mengedepankan intergritas, profesionalisme dan netralitas” tandas Kosay. (yurie)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

[td_block_social_counter facebook=”tagdiv” twitter=”tagdivofficial” youtube=”tagdiv” style=”style8 td-social-boxed td-social-font-icons” tdc_css=”eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjM4IiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tYm90dG9tIjoiMzAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn0sInBvcnRyYWl0X21heF93aWR0aCI6MTAxOCwicG9ydHJhaXRfbWluX3dpZHRoIjo3Njh9″ custom_title=”Stay Connected” block_template_id=”td_block_template_8″ f_header_font_family=”712″ f_header_font_transform=”uppercase” f_header_font_weight=”500″ f_header_font_size=”17″ border_color=”#dd3333″]
- Advertisement -

Latest Articles