SENTANI, Reportasepapua.com – Sekelompok Warga yang mengaku dari Kampung Sabron Yaru, Distrik Sentani Barat Moi, Kabupaten Jayapura, mengembalikan bantuan sabun mandi dan sabun cuci Merk Rinso yang diberikan Pemerintah Kampung setempat.

Puluhan warga yang mengembalikan sabun mandi dan sabun cuci itu langsung mendatangi Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Kampung (DPMPK) Kabupaten Jayapura, di Kompleks Perkantoran Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (21/4/2020) kemarin siang.

Berdasarkan pantauan, warga yang mengembalikan sabun mandi dan sabun cuci itu berjumlah 40 orang yang menggunakan mobil truk dan beberapa kendaraan roda dua. Jumlah sabun cuci dan sabun mandi yang dikembalikan ke kantor DPMPK itu, yang diterima oleh warga jumlah sabun mandi dan sabun cuci itu bervariasi setiap KK yang diberikan oleh kepala kampung.

Pada siang hari itu, puluhan warga mengembalikan sabun cuci dan sabun mandi itu diterima langsung oleh Kepala DPMPK Kabupaten Jayapura Elisa Yarusabra. Mereka mengembalikan bantuan sabun mandi dan sabun cuci itu, dikarenakan mereka merasa kecewa oleh kepala kampungnya yang menginformasikan bahwa warga akan menerima bantuan sembako. Namun yang diterima warga malah sabun mandi dan sabun cuci.

Usai mengembalikan sabun mandi dan sabun cuci, salah satu warga Kampung Sabron Yaru, Filep Bano mengatakan, kedatangan dirinya bersama masyarakat lainnya untuk kembalikan bantuan sabun mandi dan sabun cuci sebagai bentuk kekesalan warga.

“Karena masyarakat pernah dijanjikan mau dikasih sembako, jadi masyarakat menunggu semuanya. Tapi, yang datang malah sabun Lifebouy dan sabun Rinso,” ujarnya, ketika dikonfirmasi media di depan Kantor DPMPK Kabupaten Jayapura, Selasa (21/4/2020) kemarin siang.

“Oleh karena itu, masyarakat kompak untuk kembalikan bantuan. Nanti setelah mereka sempurnakan baru bisa di antar kembali. Masyarakat menunggu dan masyarakat pasti terima lagi,” Tambahnya.

Setelah ada penjelasan dari Kepala DPMPK, ia dan masyarakat kampung Sabron Yaur yang lain akhirnya paham dan mengerti kalau bantuan itu bersumber dari dana kampung. Karena selama ini, menurutnya kepala kampung tidak memberikan penjelasan secara detail. Sehingga banyak masyarakat yang tidak mengerti dan berfikir bantuan yang diterima asalnya dari Gunung Merah (Pemkab Jayapura).

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Kampung (DPMPK) Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra, menyampaikan bentuk protes dari masyarakat hingga mengembalikan bantuan sabun, karena tidak ada komunikasi yang baik antara kepala kampung dan masyarakat.

“Kepala kampung tidak transparan menyampaikan dan tidak bisa menyampaikan secara baik. Apalagi ada masyarakat tertentu sudah kesal dengan kepala kampung atas kinerjanya selama ini, semua tercampur ketika ada ruang orang-orang tertentu ini mereka gunakan ini untuk buat suasana keruh,” Tutupnya. (Redaksi Reportase)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here