NETWORK : RakyatPos | ValoraNews | KupasOnline | TopSumbar | BanjarBaruKlik | TopOne | Kongkrit | SpiritSumbar | Basangek | MenaraInfo | Medikita | AcehPortal | MyCity | Newsroom | ReportasePapua | RedaksiPos | WartaSehat JetSeo
Puluhan Pengusaha Asli Papua Jayawijaya Datangi Pemda Soal Pekerjaan Proyek – Reportase Papua

Puluhan Pengusaha Asli Papua Jayawijaya Datangi Pemda Soal Pekerjaan Proyek

banner 120x600

WAMENA, REPORTASEPAPUA – Puluhan Pengusaha Asli Papua di Kabupaten Jayawijaya Mendatangi Kantor Otonom Pemda Jayawijaya Menuntut Adanya Paket pekerjaan ditahun ini yang bisa dikerjakan, baik itu yang bernilai Rp2,5 milyar ke bawah dimana bisa dilakukan penunjukan langsung, maupun yang melalui Mekanisme Pelelangan.

Dalam aksi yang di koordinir salah satu Pengusaha di Jayawijaya Jhon Matuan, mengaku jika kedatangan mereka menuntut adanya pekerjaan karena perusahaan mereka membayar pajak di jayawijaya sehingga tidak etis kalau mereka harus meminta pekerjaan di wilayah Kabupaten pemekaran lainnya khususnya di wilayah Lapago, oleh karena itu perlu ada perhatian dari pemerintah jayawijaya.

Menanggapi permintaan itu Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, Msi menyatakan keberpihakan kepada pengusaha orang asli Papua di Jayawijaya telah dilakukan pemerintah sejak tahun 2020 dimana, masalah ini pernah dipaparkan saat audiensi GAPENSi jayawijaya dengan Pemerintah  dan diketahui bahwa banyak perusahaan pengusaha asli Papua yang dipinjamkan kepada orang lain.

“Apa yang disampaikan oleh sebagian pengusaha OAP saat ini sudah dilakukan sejak tahun lalu, sehingga kami dari pemerintah tetap akan memberikan kesempatan sesuai dengan Keppres 17 itu adalah hak dari pengusaha OAP,”tegasnya Rabu (5/5) kemarin.

Menurutnya, sedangkan untuk diatas nilai Rp2,5 Milyar silahkan ikut dalam mekanisme pelelangan, karena sama sekali tidak ada yang menghambat, sementara untuk penunjukan langsung itu dibawah dari Rp 2,5 milyar sudah diberikan kepada pengusaha OAP tahun lalu.

“Untuk pekerjaan proyek ditahun ini kita dari pemerintah belum bagi, Satya tahan untuk dibagi ke Pengusaha Putra daerah, kalau saya kasih ke OPD masing -masing belum tentu pengusaha OAP dapat, sehingga tetap pada ketentuan Keppres untuk nilai penunjukan langsung tetap kepada pengusaha OAP,”jelasnya.

Jhon Banua menegaskan, ditahun ini bisa dilihat untuk proyek penunjukan langsung apakah ada pengusaha orang dari luar yang kerja atau tidak, karena pemerintah jaminkan itu, dimana pekerjaan dibawah Rp 2,5 milyar ke bawah semua harus pengusaha OAP.

“Tahun ini memang saya belum bagi dan kalau dibagi semua yang penunjukan langsung akan diberikan kepada pengusaha OAP, Rp2,5 ke bawah hak OAP, tetapi harus diingat proyek sekarang tak seperti dulu tetapi terbatas kami punya APBD saja terpotong dari pusat 22 Milyar,”tegasnya.

Ia menambahkan pemerintah tidak asal mengurus proyek saja banyak hal yang diurusi, namun kalau sudah dikasi proyek tolong jangan meminjamkan perusahaan kepada orang lain karena jumlah kegiatan proyek yang ada ini terbatas sehingga ada yang dapa. Ia ingin semua pengusaha OAP dapat tetapi jumlah proyek kita terbatas dan tak seperti dulu.

“Duku kita punya kegiatan banyak di Dinkes, Dinas Pendidikan, sekarang terbatas situasi Covid -19 yang belum berakhir sehingga anggaran didaerah terus terpotong sampai APBD yang disahkan saja terpotong, silahkan masukan profil tetapi kita akan lihat pekerjaan lagi yang ada pasti dibagi,”tutup Bupati Jayawijaya. (rdk)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *