Polres Wondama Ungkap Kasus Tipikor, Dinas pendidikan pemuda dan Olahraga Kabupaten Wondama,

0
1624

  • Diduga Kerugian Negara Mencapai,   Rp.643.918.545

Wondama, Reportase Papua – Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Wondama ungkap Kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada dinas Pendidikan Pemuda dan olahraga Kabupaten Teluk Wondama.Rabu, 25 Mei 2022,

Dugaan Tipikor, tersebut adalah program kegiatan pengadaan buku pada dinas pendidikan pemuda dan olaharaga pada tahun 2018.

Adapun besaran anggaran yang di gunakan untuk program kegiatan tersebut sebesar Rp.881.000.000 (delapan ratus delapan puluh satu juta rupiah) dan di bagi menjadi dua paket.

Paket pertama menggunakan anggaran sebesar Rp.440.000.000 (empat ratus empat puluh juta rupiah) setengah dari total anggaran, begitupula dengan paket kedua.

Dari hasil penyelidikan dan penyidikan oleh satreskrim Polres Wondama, kini menetapkan 4 orang dugaan tersangka kasus Korupsi dengan inisial JFL selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), FK selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), pada dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, sementara L dan EM adalah pihak penyedia barang (buku).

Dimana, paket pertama dilakukan pengadaan buku, namun pengadaanya tidak sesuai dengan volume alokasi anggaran. Anggaran paket kedua  diduga ada namun tidak ada pengadaan buku sama sekali alias fiktif.

‘’Pada tahun 2018 terdapat program kegiatan pengadaan buku koleksi perpustakaan, referensi pengayaan dan panduan pendidikan Sekolah Dasar (SD) pada dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Teluk Wondama. Pagu anggaran sebesar Rp.881.000.000 juta rupiah. Perlu kami sampaikan bahwa dari pagu anggaran Rp. 881.000.000 rupiah ini di pecah menjadi dua paket. paket pertama sebesar Rp.440.000.000 rupiah. kemudian di kerjakan oleh dua penyedia L dan EM, JFL sebagai PPK dan FK sebagai PPTK,’’ Ungkap Kapolres Wondama AKBP Yohanes Agustiandaru, S.H,S.I.K,M.H di dampingi Kasat Reskrim Iptu Daud Kristian Ambumi, SH. Pada saat converensi pers di ruang media center Polres Wondama.

Dari hasil penyelidikan dan penyidikan, Satreskrim berhasil mengungkapkan modus pengadaan yang di lakukan oleh tersangka. atas dugaan kasus korupsi tersebut, Kapolres mengungkapkan dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Papua Barat terdapat kerugian negara setengah miliar lebih.

‘’paket pertama, untuk L dari modus yang di gunakan adalah menyediakan buku atau ketentuan lainnya yang tidak sesuai spek atau kekurangan volume sehingga hasil dari perhitungan audit BPKP perwakilan Papua Barat kerugian negara sebesar Rp.210.026.045 rupiah (dua ratus sepuluh juta dua puluh enam ribu empat puluh lima rupiah). Sedangkan untuk satu paket lainnya yang di laksanakan oleh EM ini fiktif, sehingga kerugian negara di tumbulkan Rp.433.892.500 (empat ratus tiga puluh tiga juta delapan ratus Sembilan puluh dua ribu lima ratus rupiah). Sehingga total kerugian negara sebesar Rp.643.918.545 (enam ratus empat puluh tiga juta sembilan ratus delapan belas ribu lima ratus empat puluh lima rupiah),’’ungkap kapolres Ndaru.

Untuk di ketahui, saat ini ada dua orang tersangka  dugaan Kasus Korupsi tersebut diamankan di Polres Wondama bersama dengan barang bukti, sementara, untuk inisial FK sedang dalam perjalaan pulang ke Wondama, dan JLF saat ini sedang di Manokwari menjalani hukuman kasus Korupsi.

‘’Barang bukti yang kami gunakan dalam rangka penyidikan adalah dokumen kontrak dan dokumen pencairan kemudian uang senilai Rp.40.000.000 (empat puluh juta rupiah).Perkara tersebut sudah di nyatakan P21 oleh kejaksaan Negeri Manokwari (Kejari) dan rencananya dalam waktu dekat ini kami akan segera melakukan tahap 2 ke kejaksaan untuk proses hukum lebih lanjut. Para tersangka di kenakan pasal 2 dan atau pasal 3 undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1998 sebagaimana telah di ubah dan di tambah dengan undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Jadi kalau pasal 2 itu ancaman minimalnya  4 tahun penjara  maksimal 20 tahun kemudian pasal 3 itu minimalnya 1 tahun dan maksimalnya seumur hidup dan harus di bebankan, nanti ada denda dan pengembalian-pengembalian kerugian negara yang di sangsikan kepada para tersangka,’’ujar Ndaru

Di tempat yang sama, Kasat Reskrim Daud Ambumi menambahkan, dari ke-4 tersangka dengan inisial FJL sementara menjalani hukuman akibat tindak pidana korupsi, pada dinas pariwisata, FK sementara  sedang dalam perjalanan, sesuai rencana hari ini tiba di Wondama.

‘’Untuk JFL saat ini sedang menjalani hukuman di Rutan Manokwari terkait perkara korupsi yang sudah di tangani Polres Wondama sebelumnya. sementara FK sedang dalam perjalanan ke Wondama, karena sementara dinas luar, dan akan segera kami lakukan proses untuk melanjutkan ke tahap 2 kejaksaan Manokwari,’’tutup Daud Ambumi. (SR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here