Polda Papua Barat Gelar Simulasi Pencoblosan 17 April

0
217
Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol. Rudolf Albert Rodja. (one/reportasepapua.com)

MANOKWARI, Reportasepapua.com – Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019. Kepolisian Daerah (Polda) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua Barat menggelar simulasi pencoblosan, Sabtu (2/03/2019).

Kegiatan simulasi yang dilaksanakan di salah satu hotel ternama di Ibu Kota Provinsi Papua Barat itu dihadiri berbagai elemen masyarakat, mahasiswa, dan partai politik.

Ketua KPU Papua Barat, Amus Atkana mengatakan, simulasi pencoblosan yang dilakukan ini bertujuan untuk mencegah potensi kerawanan dalam pencoblosan pada pemilihan dan peran polisi dalam melakukan pengamanan.

“Jadi kegiatan simulasi ini diprakarsai oleh Polda dan peran-peran yang diambil dalam simulasi ini di duga akan berpotensi terjadi di tingkat TPS,”ujar Amus Atkana, Ketua KPU Papua Barat kepada wartawan, usai kegiatan, Sabtu (2/03/2019).

Dalam simulasi tersebut, lanjut Atkana, Polda akan mengambil poin-poin penting terkait peran Polda dalam pengamanan. Namun sesungguh kegiatan simulasi ini nanti akan dilaksanakan di tingkat kabupaten dan kota se-Papua Barat.

“Setiap kabupaten dan kota akan melakukan simulasi sebanyak 5 sampai dengan 10 kali. Jadi kalau kita rata-ratakan semuanya sekitar 130 simulasi dan kira-kira dari hasil simulasi ini bisa meningkatkan rasa tahu dari para pemilih,”terang Atkana.

Dijelaskan bahwa dalam simulasi yang berlangsung telah diperlihatkan kurang lebih 11 peragaan atau peran dalam pencoblosan diantaranya ada yang peran sebagai sebagai tuna netra, tuna aksara, dan pemilih normal.

Kemudian, ada juga yang peran sebagai pemilih DPTB yang tinggal di provinsi lain tapi datang memilih di Papua Barat dan ada juga yang berperan sebagai pemilih yang tidak punya KTP, tapi juga tidak undangan.

“Harapan kami, dari kegiatan ini bisa meningkatkan angka partisipasi pemilih di Indonesia lebih khusus kita di Papua Barat,”harapnya.

Sementara Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol. Rudolf Albert Rodja menyampaikan dari simulasi ini baru pihak baru mengetahui hal-hal yang nantinya akan terjadi di lapangan.

“Maka para Bhabinkamtibmas, dan Babinsa harus mengetahui apa yang nanti akan terjadi di TPS dan antisipasinya bagaimana. Ini akan disampaikan pada apel secara keseluruhan dan dilatih serta diputar video simulasinya,”jelas Kapolda.

Dikemukakannya, semua personil maupun aparat keamanan di wilayah Papua Barat akan diundang. Supaya semua mengtahui proses pengamanannya seperti apa.

Sedangkan untuk jumlah personil, lanjut Kapolda, pihaknya akan kembali mengkroscek kebutuhan personil di masing-masing TPS sesuai letak geografis.

“Tapi kita perlu ingat bahwa anggota kita kan terbatas yakni 4800 personil. Jadi akan dibagi sebaik mungki, karena pastinya yang lain tetap melaksanakan kegiatan-kegiatan rutin,”tandasnya. [ONE]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here