Pintu Masuk ke Papua Ditutup,Kadin Papua Pastikan Kebutuhan Bahan Pokok Aman

0
87

JAYAPURA, REPORTASEPAPUA – Gubernur Papua, Lukas Enembe, telah menyatakan akan menutup bandara dan pelabuhan bagi akses keluar dan masuk manusia, yang datang dan keluar Provinsi Papua pada tanggal 1-31 Agustus 2021 mendatang.

Kebijakan tersebut dikeluarkan pemerintah daerah untuk menurunkan angka penularan Covid-19 yang saat ini tengah meningkat di Papua.

Merespon kebijakan tersebut, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Papua, Ronald Antonio Bonai, memandang apa yang dilakukan Gubernur Papua sangat tepat untuk menyelamatkan banyak nyawa masyarakat Papua.

“Sekarang yang kita antisipasi adalah meningkatnya penyebaran virus khususnya penyebaran varian baru. Kebijakan ini sangat tepat dan baik untuk memproteksi masyarakat di Papua untuk menyambut kegiatan besar, yaitu PON yang akan diselenggarakan pada Oktober mendatang,” ungkapnya kepada wartawan di Jayapura, Rabu (21/7/2021).

Ronald Bonak menjelaskan, perkembangan kasus Covid-19 di Papua, khususnya di Kota Jayapura, sudah mengkhawatirkan sehingga dibutuhkan kebijakan strategis yang bisa memutus mata rantai penularannya.

“Saya lihat di berita rumah sakit kita sudah overkapasitas sehingga dengan menutup akses manusia, penyebaran Covid-19 bisa dikendalikan,” kata Ronald.

Ronald Bonai menanggapi, apakah dampak penutupan akses tranportasi terhadap dunia usaha ? Diyakininya hal itu tidak akan berdampak besar terhadap dunia usaha.

Hal ini dikarenakan, kebijakan pemerintah daerah hanya berlaku terhadap masuk dan keluarnya manusia ke Papua, bukan berlaku bagi arus barang dan bahan pokok.

“Kebijakan ini kan seperti pada awal pandemi dan tidak berdampak luar biasa terhadap pelaku usaha dan juga jalannya perekonomian masyarakat. Tapi kebijakan ini sangat bagus untuk pengendalian covid-19 karena yang membuat terjadinya penularan adalah mobilitas manusia,” kata dia.

Ronald Bonai berpesan kepada pelaku dunia usaha untuk mengikuti aturan yang telah di tetapkan pemerintah, dalam menjalankan usahanya, sehingga pelaku usaha juga ikut memutus penyebaran covid -19.

“Saya pikir kita hidup dengan covid 19 ini sudah lebih 1,5 tahun, jadi saya pikir semua pelaku usaha dan masyarakat sudah memahami pola hidup yang baru ini, seperti 3 M (mencuci tangan, memakai masker dan jaga jarak),” tegasnya.

Selain itu, untuk membantu pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19, Kadin Papua akan menggelar kegiatan vaksin gratis bari para pelaku usaha.

“Kami 23-24 Juli ini akan melakukan vaksinasi gratis yang diperuntukkan bagi pedagang kecil dan UMKM dan juga masyarakat umum, kami lakukan itu untuk membantu pemerintah,” kata dia.

“Targetnya 400 orang yang divaksinasi, untuk menghindari kerumunan satu hari 200 an orang yang akan divaksin,” sambung Ronald.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Papua, Lukas Enembe segera mengeluarkan surat edaran berkaitan dengan penanganan kasus Covid-19 yang terus bertambah di daerahnya.
Hal ini dikarenakan pada September 2021, pemerintah pusat akan melakukan evaluasi terkait pelaksanaan PON XX dan Peparnas.
Melalui juru bicaranya, Muhammad Rifai Darus, Lukas menyatakan akan segera menutup bandara dan pelabuhan untuk arus penumpang.

“Gubernur Papua Lukas Enembe meminta kepada masyarakat Papua agar dapat melakukan persiapan dan mengantisipasi Surat Edaran Gubernur yang akan datang. Sebab direncanakan bahwa Provinsi Papua akan menutup akses keluar dan masuk, baik jalur penerbangan maupun perairan,” kata Rifai, Selasa (20/7/2021).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here