NETWORK : RakyatPos | ValoraNews | KupasOnline | TopSumbar | BanjarBaruKlik | TopOne | Kongkrit | SpiritSumbar | Basangek | MenaraInfo | Medikita | AcehPortal | MyCity | Newsroom | ReportasePapua | RedaksiPos | WartaSehat JetSeo
Penyusunan APBD 2020 Harus Sesuai Kebutuhan Rakyat Keerom – Reportase Papua

Penyusunan APBD 2020 Harus Sesuai Kebutuhan Rakyat Keerom

Wakil Bupati Keerom Piter Gusbager, S.Hut, MUP menyalami ASN usai apel pagi di halaman Kantor Bupati Keerom, Senin (3/12).
banner 120x600

KEEROM, REPORTASEPAPUA.COM –  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Keerom bersama Pemerintah Daerah Keerom telah menyepakati dan menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2020.

Akan tetapi sebelum penetapan APBD 2020, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Keerom telah diingatkan agar penyusunan program sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan aspirasi masyarakat Keerom.

Penekanan ini sebagaimana penyampaian Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut, MUP dalam apel pagi Aparatus Sipil Negara (ASN), Senin (2/11) kemarin, bahwa penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2020 harus sesuai kebutuhan rakyat di Keerom.

“APBD Kabupaten Keerom dari tahun ke tahun harus berbasis kinerja maupun berbasis produktifitas, bukan hanya menyusun anggaran dengan angka yang fantastis, tetapi hanya proyek. Oleh karena itu, penyusunan APBD 2020 tidak boleh berbasis proyek, tetapi sesuai kebutuhan dan aspirasi masyarakat,” tegas Piter Gusbager.

Tak hanya itu, Pimpinan OPD juga diingatkan agar melaksanakan program dan kegiatan sesuai aspirasi maupun kebutuhan masyarakat Keerom, bukan kepentingan pribadi atau golongan. “Pimpinan OPD di lingkungan Pemda Keerom haru memperhatikan hal ini guna menjawab kebutuhan masyarakat di Kab Keerom,” tuturnya.

Dia juga mengingatkan kepada pimpinan OPD maupun ASN agar tidak terjebak politik praktis pada 2020 yang merupakan tahun politik yakni pemilihan bupati dan wakil bupati keerom.

“Setiap ASN memilik hak sebagai warga negara, tetapi tidak dibolehkan masuk dalam kisaran (pusaran) politik praktis. Ingar politik memiliki resiko, bagi yang ingin bermain politik hitung- hitung baik,” pesannya. (Rhy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *