JAYAPURA, Reportasepapua.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Sekretariat Sub Tim Pengelolaan Dampak Ekonomi Satgas Pencegahan dan Penanggulangan Wabah Covid-19 Provinsi Papua hingga Selasa 5 Mei 2020 telah menyalurkan bantuan bahan pokok (bapok) sebanyak 6.772 paket dan 13.460 lembar masker nonmedis untuk pekerja formal dan informal yang terdampak ekonominya akibat wabah Covid-19.

Bantuan tersebut mulai disalurkan pada Senin 13 April 2020 sebanyak 3000 paket , Kamis 30 April 2020 sebanyak 1000 paket, Sabtu 2 Mei 2020 sebanyak 1040 paket, Minggu 3 Mei 2020 sebanyak 60 paket, Senin 4 Mei 2020 sebanyak 1400 paket serta Selasa 5 Mei 2020 sebanyak 272 paket.

Bantuan bapok berisikan beras 20 Kilogram, biskuit kaleng 287 gram, minyak goreng 5 liter, minuman jahe 20 sachet, mie instant 40 bungkus dan telur 30 butir/ikan kemasan ukuran 155 gram sebanyak 6 kaleng.

Ketua Tim Pengelola Dampak Ekonomi Covid-19 Provinsi Papua, Omah Laduani Ladamay mengatakan, target penyaluran bantuan sebesar 30.000 paket per bulan selama 6 bulan.

“Puluhan ribu paket tersebut masing – masing untuk Kota Jayapura 17.000 paket, Kabupaten Jayapura 8.000 paket, Kabupaten Keerom 3.000 paket dan Kabupaten Sarmi 2.000 paket,” jelas Laduani, Selasa (5/5/2020).

Pemprov Papua berupaya melayani seluruh warga masyarakat yang terdampak Covid-19, namun saat ini diprioritaskan sesuai data Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan alamat jelas yang masuk di Disperindagkop, UKM dan Tenaga Kerja sebagai instansi yang menangani penyaluran bantuan bapok untuk pekerja formal dan informal. (Ananda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here