NETWORK : RakyatPos | ValoraNews | KupasOnline | TopSumbar | BanjarBaruKlik | TopOne | Kongkrit | SpiritSumbar | Basangek | MenaraInfo | Medikita | AcehPortal | MyCity | Newsroom | ReportasePapua | RedaksiPos | WartaSehat JetSeo
Pemda Papua Kerja sama Dengan Negara PNG Kembangkan Kawasan Perbatasan – Reportase Papua

Pemda Papua Kerja sama Dengan Negara PNG Kembangkan Kawasan Perbatasan

Pertemuan Bilateral Border Liaison Officer Meeting antara Pemerintah Provinsi Papua, RI dengan Pemerintah West Sepik Province dan Western Province, Papua New Guinea, Rabu (16/10/19). (foto/berti)
banner 120x600

JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM – Pemerintah Provinsi Papua melalui Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri mengadakan Pertemuan Bilateral Border Liaison Officer Meeting antara Pemerintah Provinsi Papua, RI dengan Pemerintah West Sepik Province dan Western Province, Papua New Guinea.

” Forum Bilateral ini merupakan pertemuan yang sangat penting, dalam rangka tukar menukar informasi, permasalahan dan mendiskusikan isu-isu yang terjadi serta rencana pembangunan di kawasan perbatasan Rl-PNG, ”

Hal tersebut disampaikan Gubernur Papua, Lukas Enembe dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Asisten Bidang Pemerintahan Sekda Provinsi Papua, Doren Wakerkwa saat membuka kegiatan Pertemuan Bilateral Border Liaison Officer Meeting antara Pemerintah Provinsi Papua, RI dengan Pemerintah West Sepik Province dan Western Province, Papua New Guinea, Rabu (16/10/19).

” Saya mewakili pemerintah provinsi papua menyampaikan selamat datang kepada Delegasi Papua New Guinea dan Delegasi RI yang telah berkenan hadir dalam pertemuan Border Liaison Officer Meeting Rl-PNG tahun 2019, di Jayapura, ” ujar Doren.

Forum Bilateral ini merupakan pertemuan yang sangat penting, dalam rangka tukar menukar informasi dan mendiskusikan isu-isu yang terjadi serta rencana pembangunan di kawasan perbatasan Rl-PNG, sambung ia.

” Antara lain terkait pillar batas, tuntutan ganti rugi hak ulayat, pemeliarahan pillar batas, penertiban pengunaan dokumen perjalanan, melapor di pos yang telah ditentukan baik di laut maupun darat, dan perlu adanya penertiban aktivitas perdagangan illegal di netral zone, penertiban jam kerja di pos lintas batas, masaIah status kewarganegaraan ganda, pembangunan infrastruktur pos lintas batas, jalan penghubung antar negara dan lain-lain, ” katanya lagi.

Maka perlu memadukan pola pikir dan pola tindak yang sinergis dan serius, agar dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kesejahteran masyarakat perbatasan dan Masyarakat Republik Indonesia, serta meningkatkan hubungan bilateral bagi kedua negara ini, lanjut Asisten Bidang Pemerintahan Sekda Provinsi Papua itu.

” Dalam Pertemuan Border Liaison Officer Meeting (BLOM) RI-PNG kali ini, saya harapkan agar hasil dari pembahasan agenda yang telah disepakati dan dibahas pada pertemuan ini dapat ditindaklanjuti dalam program dan kegiatan pembangunan di kawasan perbatasan kedua negara, ” tutur nya. (BERTI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *