NETWORK : RakyatPos | ValoraNews | KupasOnline | TopSumbar | BanjarBaruKlik | TopOne | Kongkrit | SpiritSumbar | Basangek | MenaraInfo | Medikita | AcehPortal | MyCity | Newsroom | ReportasePapua | RedaksiPos | WartaSehat JetSeo
PAP Ajak Pemuda Papua Membangun Papua Dalam Bingkai NKRI – Reportase Papua

PAP Ajak Pemuda Papua Membangun Papua Dalam Bingkai NKRI

banner 120x600

JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM – Pemuda Adat Papua atau PAP mengajak para pemuda bersama membangun Papua dalam bingkai NKRI. Pernyataan itu dikatakan Ketua Umum PAP, Jan Christian Arebo, SH, MH saat Rapat Formatur Dewan Pimpinan Nasional Pemuda Adat Papua masa Bakti 2019-2024 di salah satu hotel di Kota Jayapura.

“Kami siap menyongsong HUT RI ke-74 pada 17 Agustus 2019. Kami menyatakan Papua bagian dari NKRI dan mari bersama-sama merawat kebersamaan, Pancasila, dan Bhineka Tunggal Ika di Papua yang merupakan bagian dari NKRI,” kata Jan Christian Arebo.

Menurutnya, setelah Kongres PAP pada 6 April 2019, kini pihaknya sedang menyusun komposisi formatur pengurus periode lima tahun ke depan. Kepengurusan PAP periode ini akan dilantik beberapa waktu mendatang.
Dewan Penasihat PAP, Yonas Nusy mengatakan organisasi tersebut telah mendapat pengakuan negara lewat akta notaris dan SK Kemenkumham. Kini pihaknya mulai menyamakan persepsi dan membangun kebersamaan dengan semua Pemuda Adat Papua.

“Telah disusun komposisi kepengurusan. Kita berkomitmen mengawal agenda nasional di Papua. Saat PON XX di Papua 2020, PAP akan berkontribusi penuh,” kata Yonas Nusy.

Menurutnya, kehadiran PAP sebagai mitra kerja pemerintah. Mengawal semua aktivitas pembangunan di provinsi dan kabupaten/kota, juga kebijakan Presiden Jokowi untuk Papua. “Ini merupakan bagian dari komitmen PAP menjaga keadulatan negara secara nasional. Kehadiran PAP merupakan bagian dari peran menjaga republik ini. HUT RI ke-74 ini merupakan semangat nasional yang kami gemakan dari ufuk timur NKRI,” ucapnya.

Kata Nusy, pemuda Papua kini mencoba mengubah cara berpikir dengan lebih menonjolkan kemampuan individu sesuai perkembangan zaman. Selama ini katanya, pemuda Papua lebih banyak melakukan gerakan politik. Namun kini mesti mulai dengan era baru. Kondisi kekinian inilah yang mesti diperlihatkan dan kepentingan menyelamatkan masa depan generasi Pemuda Papua untuk tetap kokoh berkarya dalam bingkai NKRI.
“Pemuda Papua akan mencoba membuat data base berapa banyak pemuda Papua yang memiliki kemampuan dalam berbagai bidang dan kita sampaikan data itu kementerian terkait agar pemuda Papua yang memiliki kemampuan ini dapat diberdayakan,” ujarnya.

Hal yang sama dikatakan Dewan Penasihat PAP lainnya Natan Ansanay. Katanya, kehadiran PAP diharapkan dapat menyuarakan aspirasi semua masyarakat Papua, dan bagaimana peran organisasi itu di Tanah Papua dan di negara ini agar orang Papua tidak dikonotasikan dan didiskriminasi oleh negara karena orang Papua adalah bagian dari NKRI.


“Kami harap kehadiran PAP ini didukung semua pihak terutama Forkopimda agar kami bersama-sama mengawal pembangunan di tanah ini. Kami PAP menyampaikan selama menyambut HUT RI ke-74,” kata Natan Ansanay.

Sementara Marinus Yaung dari Uncen Jayapura menyatakan, PAP tidak berada di antara kepentingan NKRI harga mati atau Papua mardeka harga mati. PAP tidak membawahi kepentingan siapapun, namun mendorong kepentingan adat orang Papua.

“Kita ini tertinggal sehingga mesti mempersiapkan diri kita dengan baik. Ini akan menjadi bencana bagi orang Papua kalau kualitas pendidikannya tidak dipersiapkan dengan baik. Kita coba selamatkan generasi muda Papua. Kami hadir memberikan solusi. Organisasi ini hadir bukan untuk membebani pemerintah daerah. Saya harap PAP ke depan dapat bekerja maskimal,” ujar Marinus Yaung.

Ke depan katanya, ada era berbeda dari sebelumnya. Kompetensi dan kapabilitas seseorang akan menjadi jaminan bagi dirinya. Jika seseorang tak punya kemampuan ia akan kehilangan banyak hal. Untuk itulah PAP hadir sebagai solusi.

“PAP ini bukan kompetitor baru bagi KNPI atau KNPB. Tapi menyelematkan generasi muda Papua. Kami ingin mempersatukan pemuda Papua tanpa dikotomi dengan NKRI harga mati atau Papua Merdeka harga mati,” ucapnya. (TIARA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *