P4S dan P3SP Adakan Presentasekan Hasil Pengolahan Sagu

0
279
Bambang Wahyono Wayoi

SENTANI, Reportasepapua.com – Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) dan Pusat Pengolahan Pemanfaatan Sagu Papua (P3SP) menyelenggarakan presentasi (paparan) hasil pengolahan sagu bertempat di Aula Lantai I Gedung D Kompleks Perkantoran Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (20/2/2019).

Dalam acara presentasi tersebut dihadiri salah satu penggiat sagu yang juga merupakan Ketua Pusat Pengelolaan Pemanfaatan Sagu Papua (P3SP), Bambang Wahyono Wayoi serta Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Kadisbunnak) Kabupaten Jayapura, Louis Nauw.

Menurut Bambang Wahyono Wayoi, tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk menunjukkan aktivitas dari Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Cabang Jayapura tentang pengolahan sagu yang dilakukan di masyarakat.

“Nah, paparan kami tadi itu sebenarnya hanya mau menunjukkan aktivitas P4S Cabang Jayapura, khususnya tentang pengolahan sagu di masyarakat. Untuk itu, kami ucapkan banyak terima kasih kepada bapak Bupati Jayapura melalui Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, dan juga kepada Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan yang hadir dalam presentasi tersebut” ucapnya.

Disamping itu, pemaparan atau presentasi terkait aktivitas P4S ini pihaknya hanya mau memperlihatkan yang sudah dilakukan di masyarakat yang ada di dua kampung di Kabupaten Jayapura.

“Kami hanya mau memperlihatkan apa yang sudah kami lakukan di masyarakat khususnya di dua kampung yaitu, Kampung Kwadeware dan Kampung Abar” papar Bambang Wahyono Wayoi yang juga sebagai Ketua Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Cabang Jayapura.

Diharapkan dengan adanya edukasi atau memberikan pengetahuan tentang penggunaan tepung sagu maupu optimalisasi pohon sagu ini dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat di dua kampung tersebut.

Hasil dari pengolahan sagu ini, kata Bambang Wahyono Wayoi, pihaknya akan memberikan satu nama brand atau merk.

“Nah, terkait dengan brand itu merupakan tanda atau bagian daripada ciri khas dari pengolahan sagu yang dihasilkan oleh masyarakat. Jadi, kami beri nama brand itu adalah Onomi Sagu Papua” katanya.

“Artinya Onomi adalah sejahtera dari bahasa daerah setempat. Dimana, terlihat gambar di brand Onomi itu ada pohon sagunya dan juga ada pelanginya, yang menunjukkan nanti akan berbagai macam ragam dari pohon sagu itu bisa terlihat atau dihasilkan” sambung Bambang Wahyono Wayoi.

Di dalam brand Onomi ini terdapat gambar burung, katanya, dengan harapan produk yang nanti dihasilkan oleh masyarakat itu bisa juga hadir dimana-mana saja.

“Jadi, filosofi gambar burung yang ada dalam brand itu adalah burung yang identik bisa terbang kemana-mana. Sehingga produk dari brand Onomi ini diharapkan akan pergi (dipasarkan) kemana-mana”, urainya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Kadisbunnak) Kabupaten Jayapura, Louis Nauw menyampaikan melalui kegiatan sehari ini dapat menambah pengetahuan petani atau ibu-ibu dalam mengolah sagu dengan anggota keluarganya, serta meningkatkan keterampilan dan juga kualitas mereka dalam membuat olahan sagu. (nadya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here