JAYAPURA, Reportasepapua.com – Bertempat di Media Center Polda Papua dialog interaktif Polisi menyapa dengan tema “Dampak Pandemi Covid 19 Pada Masyarakat Secara Psikis”.

Hadir sebagai Narasumber yakni Kabag Psikologi Biro SDM Polda Papua AKBP Penri Erison, S.Pd., M.M, Paur Subbag Psipers Bag Psikologi Biro SDM Polda Papua Iptu Rini Dian Pratiwi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, Ipda Try Abriansyah Arif, S.Psi., M.Psi.

Kegiatan siaran dilaksanakan dengan cara by phone, yakni Presenter memandu acara langsung di Studio Pro 1 RRI Jayapura sedangkan narasumber berada di Media Center Polda Papua.

Kabag Psikologi AKBP Penri Erison, S.Pd., M.M. mengatakan Covid-19 mempunyai dampak yang sangat besar, bukan hanya diwilayah Papua namun seluruh dunia. “Kami Tim Rehabilitasi Polda Papua bertujuan memberikan rasa tenang kepada masyarakat, selain menjaga fisik, mentalpun harus dijaga guna mencegah penularan Covid 19,” Katanya.

Penri Mengakui Kegiatan penyakit masyarakat yang masih ada di wilayah tidak boleh terjadi, seperti mengkonsumsi miras hingga mabuk, hal ini dapat mengakibatkan seseorang kehilangan konsentrasi dan kelakuannya sudah tidak normal lagi karena mental orang mabuk sudah tidak terkontrol, hal ini dapat mempercepat penularan Covid 19.

“Pemerintah sudah menetapkan pembatasan sosial, kami Tim Satgas Polda Papua sudah melakukan penertiban jam malam dengan melakukan patroli dan membubarkan masyarakat yang masih berkumpul dan berkeluyuran dimalam hari dengan cara menegur,” Tambahnya.

Sementara itu, Iptu Rini Dian Pratiwi, S.Psi., M.Psi., Psikolog dalam kesempatannya mengatakan bahwa yang sudah kami lakukan adalah konseling, pendampingan dan penguatan psikologi baik degan cara mendatangi langsung maupun menghubungi pasien positif covid 19 maupun ODP melalui telfon dan videocall.

“Pengaruh Covid 19 terhadap psikis masyarakat sangatlah besar, sebagian besar masyarakat merasa cemas yang berakibat sulit tidur, hal ini dapat membuat imun tubuh seseorang menjadi turun. Kami melakukan pendampingan psikologi dan konseling serta penguatan psikologi agar masyarakat dapat tenang dan tidak panik,” Tuturnya.

Aparat Juga Menghimbau kepada masyarakat agar dapat mengendalikan diri sendiri, melakukan pola hidup sehat, selalu mencuci tangan dengan sabun, selalu menggunakan masker, dirumah aja dan jaga jarak dalam berkomunikasi. Secara psikologis dalam menangani covid 19 adalah jangan cemas, sebagian besar masyarakat memiliki rasa takut yang berlebihan, hal ini dapat membuat imun seseorang menurun.

“Jangan takut untuk melapor jika ada yang memiliki gejala covid 19, sudah ada satgas URC yang bisa dihubungi, jangan menjauhi atau mengucilkan masyarakat yang terindikasi covid 19, hal ini dapat membuat masyarakat yang memiliki gejala covid 19 jadi takut untuk melapor ataupun cemas yang dapat menimbulkan penyebaran covid 19. Tips kepada masyarakat agar melihat dari sisi positif, jangan lupa tersenyum dan bahagia, saling melindungi diri sendiri maupun orang lain, pola hidup sehat, kurangi berita atau informasi yang dapatt membuat kita cemas,” Tutupnya. (Rdk/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here