Koalisi Parpol Pengusung Sebut Pengganti Wagub Harus Sejalan Dengan Gubernur Enembe

0
567

JAYAPURA, REPORTASEPAPUA – Partai Koalisi koalisi pengusung pasangan Lukas Enembe dan Klemen Tinal di pilkada gubernur dan wakil gubernur 2018 lalu, dalam waktu dekat segera melakukan rapat koordinasi untuk memutuskan tiga nama, mengisi kekosongan kursi Wakil Gubernur Papua, yang ditinggalkan mendiang almarhum Klemen Tinal.

Ketua Koalisi Parpol pengusung pasangan Lukmen, Matius Awoitauw yang juga ketua DPW Nasdem Papua, kepada wartawan di Jayapura, Minggu (13/6/2021) mengatakan  Kekosongan posisi wakil Gubernur merupakan tanggung jawab koalisi partai untuk membangun komunikasi bagaimana membangun proses pengisian kursi wagub, karena koalisi partai politik berlangsung selama lima tahun, sehingamga selama pemerintahan Lukmen Partai Koalisi terus mendampingi Gubernur dan Wagub sampai akhir masa jabatan

“Dalam waktu dekat koalisi akan melakukan pertemuan dengan pimpinan partai politik koalisi untuk mendengarkan pandangan-pandangan dari pimpinan partai untuk bagaimana proses ini kita lakukan kemudian, koalisi akan mendengar arahan dari gubernur karena berpasangan kan harus cocok karena itu gubernur punya pikiran juga penting untuk bagaimana koaslisi bisa membicarakan dan meneruskan ke DPR Papua,” ujarnya.

Awitouw mengaku, ada tiga nama yang nantinya akan diusulkan kre DPR Papua, dan nantinya DPR yang akan memilih dengan mekanisme yang ada sesuai ketentuan perundangan-undangan. “Jadi kalau sekarang kita lihat ada kelompok-kelompok yang berbicara soal wagub yang harus di usung tetapi sesungguhnya koalisi yang nanti akan menyampaikan secara resmi sesusai dengan aturan dalam proses rekrutmen calon wagub mangaganti almarhun KT untuk sisa waktu yang ada,” kata Awitouw.

Mekanisme ini kata Awitouw, pasti akan berjalan, dan pihaknya memohon masyarakat untuk bersabar karena, pihaknya juga mengalami kedukaan tapi juga menghargai keluarga yang sedang berduka. Tetapi Prsoses ini harus dilakukan segera, karena agenda besar pemerintah Papua harus ada Wakil Gubernur yang akan meneruskan.

“Agenda besar yang akan berlangsung di Papua memang harus sukses, dan itu membutuhkan gubernur dan wagub sekda yang harus kerja untuk mensukseskan event tersebut, belum mengerecut untuk nama-nama karena pikiran dan pandangan pertai penting, jadi kita harus bertemu dulu,” ungkapnya.

Sementara, Sekretaris koalisi, yang juga Ketua DPW PKS Papua, Kusmanto mengaku merasa kehilangan atas meninggalnya almarhum, pihaknya juga harus menghargai adat istiadat di Papua. Dan tentu akan menunggu setelah 40 hari baru akan berbicara tentang pergantian almarhum Klemen Tinal.

“Tapi yang jelas sesuai mekanisme yang ada¬† dalam UU, partai koalisi yang akan rembukan kira-kira siapa yang akan kita usulkan, Kalau sekarang yang beredar di medsos ada nama-nama pengganti almarum saya kira itu hanya wacana atau inspirasi tetapi yang memutuskan adalah koalisi partai pengusung,” kata Kusmanto.(rdk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here