NETWORK : RakyatPos | ValoraNews | KupasOnline | TopSumbar | BanjarBaruKlik | TopOne | Kongkrit | SpiritSumbar | Basangek | MenaraInfo | Medikita | AcehPortal | MyCity | Newsroom | ReportasePapua | RedaksiPos | WartaSehat JetSeo
Ketua DPRP Sebut Kedatangan Presiden Hanya Resmikan Jembatan, Itu Tidak Selesaikan Masalah Papua – Reportase Papua

Ketua DPRP Sebut Kedatangan Presiden Hanya Resmikan Jembatan, Itu Tidak Selesaikan Masalah Papua

banner 120x600

JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM – Kunjungan Presiden RI, Joko Widodo memang memberikan perhatian khusus ke Papua, namun dari kunjungan-kunjungannya itu belum pernah bertemu langsung dengan masyarakat dalam satu ruangan untuk Berdialog.

Ketua DPR Papua, DR. Yunus Wonda, SH. MH Mengatakan, ini tidak ada satu ruang besar dimana masyarakat bisa hadir langsung dengan Presiden Jokowi. Begitu juga dengan tokoh-tokoh masyarakat lainnya, mereka ingin menyampaikan persoalan Papua yang sebenarnya, karena selama ini Jokowi hanya menunggu di Jakarta. Sementara yang hadir di Jakarta itu bukan orang-orang yang Mewakili orang Papua.

“Jadi sebenarnya kehadiran Pak Presiden yang kami ikuti selama ini. Kami berharap sebenarnya ada satu ruang, mungkin di satu ruangan besar itu disterilkan, diundang tokoh-tokoh adat, tokoh-tokoh agama yang benar-benar orang Papua yang ada di sini,” kata Yunus Wonda.

Menurut legislator Papua itu, jika selama ini presiden hanya dengar dari perwakilan orang yang ada di ke Jakarta yang mengatasnamakan orang Papua. Itu
yang selama ini menjadi polemik. Orang Papua tidak mengakuinya.

“Kami lihat selama ini pak Jokowi, beliau belum pernah membuka ruang itu. Duduk sama-sama. Ini kesempatan beliau hadir dengan kondisi konflik kemarin. Dan ini kesempatan pak Presiden ada ruang untuk duduk sama,” tandasnya.

Menurutnya, mestinya diupayakan bagaimana ada ruang pertemuan dengan masyarakat adat. Tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, sehingga di situ supaya beliau bisa mendengar langsung apa yang sebenarnya terjadi.

“Kalau selama ini hanya dengar laporan di pusat. Kemudian laporan di pusat yang datang mengatasnamakan Papua, itu kan sebenarnya hanya membawa kepentingan pribadi. Bukan kepentingan rakyat. Itu tidak akan mengurangi situasi di Papua. Situasi di Papua ini orang lihat aman, tapi sebenarnya rasa trauma, dan rasa ini itu terus muncul,” tukasnya.

Apalagi kata Yunus Wonda, kehadiran presiden hari ini yang hanya melalukan peresmian dan langsung kembali, membuat tidak ada waktu bertemu masyarakat untuk duduk sama-sama.

“Kalau beliau hanya datang resmikan jalan lalu pergi, sangat disayangkan. Saya pikir tidak akan menyelesaikan masalah Papua. Masalah Papua kan bukan masalah kita resmikan. Tapi masalah Papua adalah bagaimana bisa duduk sama-sama orang Papua tanpa ada lagi perwakilan,” tekannya. (Tiara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *