Selasa, September 28, 2021

Kepala BRG Bersama Bupati Merauke Tanam Padi di Areal 30 Hektar

MERAUKE, Reportasepapua.com – Hari kedua kunjungan, Kepala BRG bersama Bupati Merauke dan Staf Khusus Presiden melakukan penanaman padi secara simbolis (30 hektar) di Kampung Jaya Makmur, Distrik Kurik, kabupaten Merauke, rabu (18/11.2020).

Dalam sambutannya Ir. Nazir Foead, M.Sc meyampaikan. Selain tugas utama mempercepat pemulihan dan pengembalian fungsi hidrologis gambut yang rusak terutama akibat kebakaran dan pengeringan. Badan Restorasi Gambut (BRG) juga berupaya membantu meningkatkan kapasitas SDM dan penguatan ekonomi masyarakat di area restorasi.

“Jadi sesuai perintah Presiden ketik Balai Restorasi Gambut dibentuk, hampir 5 tahun untuk membantu masyarakat petani menjaga lahan gambutnya, menjadi lahan budi daya, jika memang untuk budi daya,” tandas Nasir.

Dirinya berpesan agar para petani terus mengolah lahan gambut tersebut dengan baik, meski diawal tanam nantinya tidak mendapatkan hasil maksimal, mengingat gambut yang mengandung sulfat masam dan berderajat keasaman tinggi alias kurang subur.

“memang untuk uji coba penanaman pertama di lahan gambut tidak bisa memberikan hasil yang optimal, namun dengan semangat serta kerja keras, diharapkan pada tahun-tahun berikutnya mampu menghasilkan padi yang maksimal,” ujarnya.

Sampai dengan 2020, BRG telah memberikan sebanyak 69 paket Revitalisasi Ekonomi di Papua (9 paket melalui skema penugasan di Kabupaten Merauke dan 60 paket melalui skema tugas pembantuan). Adapun jenis kegiatan revitalisasi ekonomi masyarakat di Provinsi Papua berupa budidaya tanaman sagu, penanaman padi, pelatihan pembuatan abon ikan, pengadaan alat tangkap ikan ramah lingkungan dan peternakan babi.

Selain dijadikan lahan produktif, Menurut Nazir, lahan gambut juga memang lebih cocok sebagai fungsi lindung untuk menjaga sumber air, sehingga pada musim kemarau masih ada air yang cukup untuk pertanian ataupun kehidupan rumah tangga sehari-hari. “Peruntukan lahan gambut sudah diatur oleh kementerian LHK, tentunya yang bagian budidaya kita dukung untuk pemanfaatan.” Katanya.

Area prioritas kerja BRG di Papua tahun 2020 tersebar di 5 Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) yaitu KHG Sungai Kumbe – Sungai Bian, KHG Sungai Ifufeki Obathrow – Sungai Ifufeki Berapto/ KHG Sungai Ifufeki Berapto – Sungai Ifufeki Obat, KHG Sungai Kuis – Sungai Bapai, KHG Sungai Buru Mappi

Buru Obaa, KHG Sungai Jaman – Sungai Kawarga yang mencakup lintas kabupaten, yaitu Kabupaten Merauke, Asmat dan Mappi.

Untuk pengembangan kapasitas dan peningkatan kemampuan masyarakat, saat ini program Desa Peduli Gambut (DPG) dilaksanakan pada 12 desa dan 10 mini demplot (kebun percontohan). Keberlanjutan pertanian ramah gambut perlu dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik dan kapasitas lokal.

Menurut Nazir Foead, BRG akan terus mendorong keberlanjutan kegiatan restorasi gambut dan revitalisasi ekonomi masyarakat di Papua bekerjasama dengan Pemkab dan Balai Besar KSDA Papua. Melalui kegiatan revitalisasi ekonomi masyarakat ini, BRG juga mendukung Kabupaten Merauke mengembangkan program lumbung pangan multi komoditi yang dapat memenuhi kebutuhan di wilayah timur Indonesia. (Bobby)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

[td_block_social_counter facebook=”tagdiv” twitter=”tagdivofficial” youtube=”tagdiv” style=”style8 td-social-boxed td-social-font-icons” tdc_css=”eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjM4IiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tYm90dG9tIjoiMzAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn0sInBvcnRyYWl0X21heF93aWR0aCI6MTAxOCwicG9ydHJhaXRfbWluX3dpZHRoIjo3Njh9″ custom_title=”Stay Connected” block_template_id=”td_block_template_8″ f_header_font_family=”712″ f_header_font_transform=”uppercase” f_header_font_weight=”500″ f_header_font_size=”17″ border_color=”#dd3333″]
- Advertisement -

Latest Articles