NETWORK : RakyatPos | ValoraNews | KupasOnline | TopSumbar | BanjarBaruKlik | TopOne | Kongkrit | SpiritSumbar | Basangek | MenaraInfo | Medikita | AcehPortal | MyCity | Newsroom | ReportasePapua | RedaksiPos | WartaSehat JetSeo
Kembangkan Pariwisata di Wondama, Masyarakat Aisandami dapat Pelatihan Pengembangan SDM dan Ekonomi Kreatif – Reportase Papua

Kembangkan Pariwisata di Wondama, Masyarakat Aisandami dapat Pelatihan Pengembangan SDM dan Ekonomi Kreatif

banner 120x600

Wondama Reportasepapua.co.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat gelar pelatihan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata dan ekonomi kreatif di kampung Wisata Aisandami, distrik Teluk Duari Kabupaten Teluk Wondama, kemarin 24 Juli 2023.
Pengembangan Pariwisata kampung Aisandami saat ini membutuhkan dukungan dari semua pihak. Kepala distrik Tandu mengatakan saat ini masyarakat Aisandami sangat membutuhkan pelatihan-pelatihan teknis dalam mengelola pariwisatanya.
‘’Kami masyarakat Aisandami sangat berterima kasih, kepada pemerintah Provinsi atas perhatian kepada kami kusus di kampung Aisandami. Potensi Wisata yang ada di distrik Teluk Duari sangat indah dan sangat menjanjikan bila kita kemas dalam paket wisata yang komplet. Oleh sbeb itu pengembangan SMD di Aisandami untuk masyarakat kita sangat butuh dan kami harap tidak hanya sekali pemerintah membimbing SDM kami tetapi terus menerus,’’ tutur Tandu.
Sementara, salahs atu pemuda yang juga pelaku pengelola wisata di kampung Aisandami Barto Ayamiseba mengatakan, saat ini masyarakat membutuhkan sarana kebersihan untuk membersihkan kampung Aisandami, karena selama ini pengelolaan sampah plastik mereka bakar tetapi sampah kaleng dan kaca masih di kumpulkan dan belum dapat tempat pembuangan yang baik.
‘’Kami sangat senang kegiatan ini ada, dan kami sangat membutuhkan bantuan pemerintah dalam hal ini sarana kebersihan di kampung kami, karena hingga saat ini belum tersedia pengolahan sampah yang baik, terutama sampah kaleng dan sampah botol kaca,’’ tutur Ayamiseba.
Sementara, pada kegiatan tersebut turut hadir, pemerhati kebudayaan dan pariwisata provinsi Papua Barat, Drs. Ruland Sarwom, M,Si yang di temui awak media ini mengatakan, membangun pariwisata mulaid ari hutan hingga ke kekayaan alam bahari harus di kerjakans ecara gotong royong oleh semua stake holder, sebeb menurut Sarwom, membangun pariwisata membutuhkan energi yang tidak sedikit serta fokus dan konsistensi dalam menyusun program pariwisata harus berjalan seiring.
‘’Saya lihat kegiatan yang sementara berlangsung ini sudah bagus, namun kalau kita mau membangun pariwisata, kita tidak harus kerja sendiri-sendiri, tetapi kita harus kerja sama baru bisa bangun pariwisata. Saat ini provinsi Papua Barat Daya berdiri sendiri Raja Ampat yang kita banggakan bukan bagian dari provinsi Papua Barat lagi, oleh sebab itu, Teluk Wondama harus menjadi Ikon Provinsi Papua Barat saat ini, dalam pengembangan pariwisata menggantikan raja ampat’’ ujar Sarwom.
Sarwom menjelaskan, saat ini Teluk Wondama memiliki seluruh potensi wisata mulau dari budaya, religi hingga wisata bahari bahkan hutan wisata. Oleh sabab itu, selaku pemerhati yang juga mantan sekertaris dinas pariwisata provinsi papua barat itu mengatakan membangun pariwisata Teluk Wondama harus ada intervensi Provinsi Papua Barat.
‘’ 7 Kabupaten di Papua Barat kita harus bersatu dan bangun Pariwisata di Teluk Wondama, karena potensi Wondam sangat indah dan menjanjikan. Bukan hanya di Wondama tetapi juga ada beberap akabupaten lainnya, namun saat ini yang memiliki keindahan lengkap dari hutan hingga ke pantai adalah Teluk Wondama. Dan kita harus memulau dari sekarang jangan tunggu nanti. Mulai dari pengembangan SDS masyarakat Wondama harus terus menerus kita tata, toh yang senang juga nantinya kita sendiri. Potensi alam yang kaya, tapi harus di barengi dengan potensi SDM, sehingga kami tidak jadi penonton di negeri sendiri, agar tidak ada kecemburuan sosial kedepannya. Ini peluang untuk kita semua. Tapi Wondama tidak bisa jalan sendiri, tampa dukungan lembaga-lembaga lain,’’ tutur Sarwom.
Sementara kepala dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkab Teluk Wondama, Christian Mambor, S,Hut mengatakan, Bangun Pariwisata di Wondama hanya membutuhkan polesan kearifan lokal mulai dari kuliner hingga atraksi yang memenuhi standar internasional untuk di suguhkan kepada para wisatawan baik dalam negeri mapun luar negeri.
‘’Aman, nyaman, peningkatan Kapasitas SDM masyarakat, harus terus menerus tidak bisa hanya sekali dua kali, karena merubah pola piker orang bukan hal yang gampang, bagaimana mengelola homestay, bagaimanna mengelola kuliner yang lokal tapi higienis, bagaimana souvenir supaya ada kenangan ketika berwisata, dan menjul atraksinya bagiamana membuat kerajinan dari rotan, wisatawan mendapat keuangan saat atraksi itu menjadi paket wisata, dan ini sementara terus kita genjot dan tidak boleh terputus sebab membangun pariwisata yang nyaman, aman itu kita mulai dari merubah pola pikir masyarakat dulu, SDM dulu,’’ tutur Mambor.
Mambor juga menekankan, membanguan pariwisata sama dengan menjual jasa, oleh sebab itu, SDM Wondama terutama pelaku-pelaku wisata harus terus kita bina dan berikan pembimbingan disamping membangun infrastruktur pendukung lainnya.
‘’Hal ini tidak terlalu mudah, untuk membangun masyarakat, Ini adalah bisnis jasa kita jualan jasa, bukan prodak. Sehingga harus di seting misalnya mangrove harus ada intervensi pemerintah, wisatawan bisa menikmati mangrove misalnya jalan di atas jembatan, berperahu di pinggiran hutan, dan melihat burung-burung yang ada main disekitar hutan. Kita bangun Pariwisata tanpa merubah kearifan lokal orang Wondama, tapi kita akan desain pengolahan makanan yang higienes, tempat istrahat yang nyaman namun tetapi berkearifan lokal, semua harus berstandar internasional yang sarat akan kearifan lokal Wondama,’’ujar Mambor. (SR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *