Minggu, September 19, 2021

Kapolda Papua : 100 Anak Mapenduma Terancam Tidak Mendapat Pendidikan

Jayapura,REPORTASEPAPUA.COM – Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Pol Drs. Martuani Sormin Siregar, M.Si yang didampingi Ketua Bhayangkari daerah Papua dan Pejabat Utama Polda Papua menjenguk salah satu korban Intimidasi dan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di distrik Mapenduma – Nduga beberapa waktu lalu yang sedang dirawat di RS Bhayangkara Polda Papua, Selasa (23/10/18).

Saat menjenguk korban, Kapolda Papua memberikan penguatan kepada korban dan akan melakukan penindakan hukum secara tegas kepada para pelaku karena tindakan yang dilakukan sudah sangat diluar rasa kemanusiaan dan tragedi yang menimpa para Guru serta Tenaga Medis di Mapenduma ini adalah suatu tragedi kemanusiaan.

“Tragedi yang menimpa para Guru dan Tenaga Medis di Mapenduma ini adalah tragedi kemanusiaan, dimana seroang guru mendapat perlakuan yang sangat keji dan terkutuk bahkan diluar rasa perikemanusiaan, guru yang mendapat perlakuan pelecehan seksual ini telah mengabdi di Mapenduma kurang lebih delapan tahun lamanya,” Ucap Kapolda Papua.

Kapolda Papua juga mengatakan bahwa akibat dari kejadian ini, hampir 100-an anak – anak di Mapenduma terancam tidak bisa melanjutkan proses belajar mengajar karena semua guru sudah mengungsi dan para pelaku kejahatan akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

Untuk para pelaku kejahatan atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang telah melakukan kejahatan ini akan ditindak dengan tegas dan tidak akan kami tolerir dalam penegakkan hukum ini, tegas Kapolda.

“Saya juga menghimbau kepada seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama terutama tokoh Pendidikan bagaimanapun kita harus menentukan sikap untuk menolak perilaku – perilaku seperti ini demi kemajuan dan kedamaian di Tanah Papua,” tutur Kapolda.

Dalam kegiatan ini juga, Ny. Risma Elizabeth, SH. MM selaku ketua Bhayangkari daerah Papua memberikan bantuan kepada korban pelecehan seksual yang diterima langsung oleh keluarga korban di RS. Bhayangkara Polda Papua.(anto)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

[td_block_social_counter facebook=”tagdiv” twitter=”tagdivofficial” youtube=”tagdiv” style=”style8 td-social-boxed td-social-font-icons” tdc_css=”eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjM4IiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tYm90dG9tIjoiMzAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn0sInBvcnRyYWl0X21heF93aWR0aCI6MTAxOCwicG9ydHJhaXRfbWluX3dpZHRoIjo3Njh9″ custom_title=”Stay Connected” block_template_id=”td_block_template_8″ f_header_font_family=”712″ f_header_font_transform=”uppercase” f_header_font_weight=”500″ f_header_font_size=”17″ border_color=”#dd3333″]
- Advertisement -

Latest Articles