WONDAMA, Reportase Papua.com – Berbagai Aktivitas dan program kerja pemerintah secara berjenjang mulai level paling rendah hingga tinggi mengalami pengalihan program kerja salah satunya program kerja Pemerintah di Tingkat Kampung. Guna Bergotong Royong Memutus rantai penyebaran Covid-19 di setiap daerah di Indonesia, anggaran dana desa kembali diatur guna mendukung upaya-upaya pemerintah dalam mencegah dan menangani penyebaran Covid-19 di masing-masing daerah.

Ada 3 poin penting program kerja desa yang patut dilakskan. Kepala dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung (DPMPK) pemkab Teluk Wondama Hendrik Riko Tetelepta sebutkan 3 poin penting diantaranya kesehatan, ekonomi yang didalamnya ada padat karya tunai dan bantuan langsung Tunai atau (BLT) itu merupakan progam pencegahan dan penanganan Covid-19 di masing-masing daerah termasuk penyusunan tim gugus tugas cegah Covid-19.

“Tahun ini anggaran desa berubah arah sedikit karena kita menghadapi pandemi covid-19. Sesuai instruksi presiden dan kemdes pertama kesehatan, ekonomi dan padat karya tunai, wajib kita laksanakan”kata Tetelepta kepada warga masyarakat kampung Tandia dan Webi ketika mengaksikan penyemprotan desinfektan tim relawan Covid-19 di dua kampung tersebut, Jumat, (1/5).

Lanjut dia, kusus untuk program padat karya tunai di masing-msing kampung bila mana ada pekerjaan fisik masyarakat wajib dilibatkan untuk menambah pendapatan ekonominya tetapi diwajibkan mentaati semua anjuran pemerintah terkait pencegahan Covid-19. Dan kata Tetelepta tim gugus tugas penanganan covid-19 wajib berkoordinasi dengan tim gugus tugas Covid-19 tingkat kabupaten mensterilkan kampung yang akan laksanakan padat karya tunai.

“Program padat karya tunai masyarakat dilibatkan dalam suatu kegiatan seperti rehap rumah kerja jalan sama-sama terlibat, tetapi tidak boleh berkumpul banyak orang sehingga kalau ada kegiatan padat karya akan kita lihat daerah itu atau kampung itu kita akan berkoordinasi dengan gugus kabupaten untuk memastikan kampung itu steril baru masyarakat bisa kerja tetapi wajib menggunakan masker sehingga masyarakat di kampung bisa dapat upah dari program kerja itu,”kata Tetelepta.

Sementara penyusunan struktur tim gugus tugas pencegahan Covid-19 tingkat kampung langsung di pimpin oleh kepala kampung bersama dengan seluruh staf perngkat kampung juga angota Bhabinkamtibmas Polisi dan Babinsa TNI di kampung masing-masing.

“Terkait penyusunan gugus tugas pencegahan covid-19 di tingkat kampung kepala kampung ketunya libatkan sekertaris dan bamuskam, pendamping desa bidan desa, bhabinkamtibmas Polri dan Babinsa TNI yang bertugas di masing-masing kampung bersama-sama menjadi tim gugus tugas kampung tersebut selalu lakukan koordinasi dalam tim,jaga diri jaga keluarga, kita jaga kampung kita distrik kita dan kabupaten kita sehingga Negara ini bebas Covid” imbuh Tetelepta sambil mengajak seluruh masyarakat di kampung tersebut agar berdoa keapda Tuhan Yang Maha Esa agar terluput dari Covid-19. (Solfi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here