Ini Wejangan Pangdam Cenderawasih buat Danyon 751/Raider yang Baru

0
713
Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring saat memberikan sambutan usai sertijab Danyon 751/Raider. (yurie/reportasepapua.com)

SENTANI, Reportasepapua.com – Mayor Inf. Rofi Irwansyah resmi menyandang jabatan barunya sebagai Komandan Yonif 751/Raider menggantikan Letkol Inf. Tunggul Jati yang kini menjabat sebagai Dandodiklapur Rindam XVII Cenderawasih.

Upacara serah terima jabatan (sertijab) yang dilaksanakan di Markas Yonif 751/Raider, Sentani, Senin (31/12/2018) ini dikomandoi langsung oleh Panglima Kodam (Pangdam) XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring.

Usai sertijab, Mayjen TNI. Yosua Pandit Sembiring memberikan himbauan kepada Mayor Inf. Rofi Irwansyah agar dapat memulai karirnya sebagai Danyon 751/Raider dengan baik.

“Saya mengutip dari sebuah syair lagu, ‘kau yang memulai, kau yang yang mengakhiri’. Hari ini adalah akhir tahun 2018 berarti besok sudah main di awal tahun, jadi jangan ada alasan begini-begini. Program yang baru, tahun yang baru tintamu yang bermain. Jadi kamu harus awali yang baik dan akhiri juga dengan baik selama jadi Danyon disini.” ujar Pangdam Cenderawasih.

“Jadi nggak sembarang, jangan juga sampai tiga kali seperti lagu itu, jadi hati-hati dengan kata-kata itu yang pertama. Jadi kamu awali semua dengan baik” tambahnya.

Pangdam Cenderawasih juga menuturkan bahwa seorang pemimpin harus selalu dekat dengan Tuhan agar diberikan hikmat langsung dari Yang Maha Kuasa.

“Hikmat itu yang paling tinggi, dibawah hikmat itu ada Intuisi. Intuisi itu berasal dari pengetahuan jadi seorang pemimpin juga harus banyak-banyak belajar baik membaca, melihat dan mendegar. Maka itu jadi pemimipin jangan malas membaca karena membaca ini juga penting” jelas Pangdam.

Selain belajar, Intuisi juga lahir dari pengalaman. “Kemudian dari pengalaman dari jabatan ini, jabat sana, jabat sini itu akan melahirkan intuisi. Kalau orang tidak punya pengalaman apalagi malas belajar nggak ada artinya. Karena apa, orang tidak terpikir kesitu kita bisa berpikir lebih jauh” tandas Pangdam.

Lebih lanjut dijelaskannya, Intuisi itu identik filing, sehingga seorang prajurit tidak akan pernah ragu apabila diperintahkan untuk berangkat dan melaksanakan tugas di medan perang.

Selain itu, Pagdam juga meminta agar seorang pemimpin agar dapat lebih sering turun dan bertemu langsung dengan prajuritnya. “Jangan di kantor saja. Ini supaya kita tahu kelakuan anggota kita itu seperti apa” jelas Pangdam.

Lokasi Markas Yonif 751/Raider yang berada di bawah Kaki Pegunungan Cyclop menurut Panglima sangat strategis dan baik untuk digunakan dalam latihan.

“Harus bisa juga memanfaatkan hutan supaya kita unggul melawan OPM. Kalau nggak tahan dingin akali bagaimana supaya tahan dingin. Ketahui diri kita segala kelebihan dan kekurangannya dan ketahui juga musuh kita segala kelebihan dan kekurangannya. Sehingga seribu kali kita perang seribu kali juga kita menang” pungkas Pangdam. (yurie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here