Guru Tidak Boleh Gaptek

SENTANI, Reportasepapua.com – Pemerintah Kabupaten Jayapura menggelar kegiatan Seminar dan Workshop Literasi Digital dengan mengangkat tema “Cakap Literasi Digital”, di Suni Garden Lake Hotel and Resort, Hawaii, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (11/3/2020).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Jayapura, Giri Widjayantoro.

Seminar dan workshop literasi digital ini diikuti oleh ratusan guru se- Kabupaten Jayapura dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Kominfo RI dan Dinas Kominfo Provinsi Papua.

Dalam sambutannya, Giri menuturkan dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 dan sejumlah tantangannya, guru dituntut untuk melengkapi diri dengan literasi digital dan harus berinovasi di semua tingkatan untuk memberikan pelajaran melalui digital teknologi.

Turut hadir, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Jayapura Gustaf Griapon, ST, Ketua PGRI Kabupaten Jayapura Jimmy Fitowin, S.Pd, Kasubbid Kementerian Kominfo RI dan Sejumlah tamu undangan dari unsur Forkompimda, perwakilan Polres Jayapura, Dandim, Lanud Silas Papare Jayapura, Ketua PGRI Provinsi Papua, dan Para kepala Sekolah Se Kabupaten Jayapura.

“Para guru wajib tahu teknologi untuk menyesuaikan dengan zaman sekarang yang serba menggunakan teknologi, karena dunia saat ini alami kemajuan teknologi yang sangat pesat,” ungkapnya.

Ditambahkan Giri, guru dalam pemenuhan keterampilan sangat diwajibkan untuk dapat melek teknologi akan tidak tertinggal, namun ada sejumlah tantangan berat yang saat ini diemban guru dan perlu kiranya mendapatkan perhatian lebih terhadap dampak negatif di era sekarang.

“Melalui internet banyak sekali berita hoax dan juga berita-berita penebar kebencian, jadi kita yang hidup di Papua harus sadar itu. Maka guru harus terus bangun dan tanamkan rasa bangga akan ke Bhinnekaan Tunggal Ika kepada anak didik agar tidak mudah terpecah belah karena kabar atau berita Hoax (bohong),” jelasnya.

Bhinneka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tetap satu jua adalah semboyan bangsa Indonesia yang harus terus ditanamkan ke generasi penerus bangsa, dengan begitu akan terbangun jiwa bangsa yang kuat dan tidak mudah diobok-obok oleh informasi sampah yang berasal dari internet hingga menimbulkan perpecahan.

Sementara itu, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Jayapura, Jimmy Fitowin, S.Pd., dalam sambutannya menuturkan sosialisasi seminar dan workshop literasi Digital bagi guru kali ini merupakan lanjutan kegiatan internet masuk sekolah yang sebelumnya telah dilaksanakan.

“Kegiatan ini Penting sekali berkaitan dengan media belajar digital, mau tidak mau guru wajib menguasai teknologi di era sekarang,” paparnya.

Sadar akan hal itu, PGRI Kabupaten Jayapura telah bangun komunikasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Jayapura juga Kominfo Provinsi Papua hingga pelaksanaan workshop bagi guru bisa terlaksana.
“Ini semua butuh proses hingga tujuan pendidikan yang dimaksud bisa tercapai, peran guru sangat penting karena guru sebagai garda terdepan untuk menuju ke arah itu,” imbuhnya.

Katanya, untuk mencapai tujuan dimaksud dibutuhkan proses yang sangat panjang karena itu harus berani memulainya dari sekarang dengan segala keterbatasan, seperti keterbatasan komputer dan jaringan internet di sejumlah sekolah.

“Sekarang ini semua butuh proses kalau tidak siap kita akan tertinggal, sekarang zamannya komputer kita wajib untuk implementasikan, memang kalau bicara listrik ada sekolah yang tidak ada, begitu juga internet masih ada sekolah yang belum ada. Tapi kita harus miliki mimpi dan visi-misi yang besar dan perlu dikejar agar tidak hanya mimpi di siang bolong,” tukasnya. (yurie)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

22,038FansSuka
2,810PengikutMengikuti
17,800PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles