Gubernur Paulus Waterpauw Tinjau SD dan SMP di Pulau Soop Sorong, Ini yang Ditemukan

0
102

SORONG, REPORTASEPAPUA – Penjabat Gubernur Papua Barat, Komjen Pol (Purn) .Drs.Paulus Waterpauw.M.Si meninjau sekolah SD dan SMP di pulau Soop Kota Sorong, Kamis 4 Agustus 2022.

Kedatangan Gubernur Waterpauw adalah untuk mengecek secara langsung kondisi sekolah serta guru- guru, menyusul beredarnya vidio protes dari warga tentang para guru yang tidak bertugas kendati telah mendapat bantuan sped boad dari pemerintah.

“Kedatangan saya adalah untuk mengkonfirmasi adanya vidio yang Viral tentang protes dari warga tentang guru yang tidak melaksanakan tugas kendati telah mendapatkan tugas,” ujar Gubernur.

Dalam kesempatan itu, Kepala sekoh Dasar , Bartje Yapen mengaku, vidio tersebut tidaklah benar, sebab selama ini para guru selalu melakukan aktivitas belajar mengajar di sekolah seperti biasa.

“Kami tetap melakukan aktivitas dengan baik, tidak seperti di vidio, jadi vidio tersebut tidak lah benar, selama ini kami para guru tetap melakukan aktivitas,” ungkapnya

Bartje mengaku, di pulau Soop terdapat dua sekolah yakni, SD Inpres Soop dan SMP Negeri 9 Kota Sorong, namun SMP masih menggunakan gedung milik SD, sebab SMP baru dibuka sejak tahun ajaran 2022 pada bulan Juli lalu.
Mereka juga memiliki sejumlah kendala mulai dari air bersih hingga ketersediaan listrik yang hanya menyala pada malam hari, sementara aktivitas sekolah dilakukan dilakukan siang hari.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Sorong, Juli Atmini mengaku dulunya SD Pulau Soop masuk dalam kawasan desa tertingal, namun oleh Kementrian Desa Tertingal telah dihapus sehingga guru tidak mendapatkan tunjangan pedalaman.

Menyikapi aspirasi dari pihak sekolah dan Dinas Pendidikan, Gubernur Waterpauw berharap Dinas Pendidikan dapat bertindak tegas bari guru yang menolak ditempatkan di Pulau Soop sebab mereka adalah abdi Negara yang harus melayani masyarakat.

“Dinas pendidikan harus tegas, guru adalah abdi negara yang bertugas unutk melayani masyarakat, jangan sampai nanti ada yang tidak bertugas namun tetap terima gaji, itu makan gaji buta namanya,” tandas Waterpauw.

Gubernur Waterpauw juga berharap para guru agar tetap melaksanakan tugas dengan baik meski ditengah sejumlah keterbatasan dengan mencotohkan para guru jaman dulu yang bertugas tanpa pamrih meski banyak kekurangan dan kendala.

Gubernur Waterpauw juga langsung menjawab permintaan dari pihak sekolah terkait dengan listrik serta kebutuhan alat tulis kantor, dengan menghadirkan mesin genset untuk listrik dan dua unit laptop untuk kebutuhan sekolah SD dan SMP.

Dalam kesempatan itu Waterpauw juga meninjau gedung dan fasilitas yang dimiliki oleh sekolah. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here