NETWORK : RakyatPos | ValoraNews | KupasOnline | TopSumbar | BanjarBaruKlik | TopOne | Kongkrit | SpiritSumbar | Basangek | MenaraInfo | Medikita | AcehPortal | MyCity | Newsroom | ReportasePapua | RedaksiPos | WartaSehat JetSeo
Dikenal Rawan Gangguan Keamanan, Puncak Jaya Justru Tiga Kali Raih WTP – Reportase Papua

Dikenal Rawan Gangguan Keamanan, Puncak Jaya Justru Tiga Kali Raih WTP

banner 120x600

JAYAPURA, REPORTASE – Kendati sebelumnya dikenal sebagai daerah yang rawan gangguan keamanan, kinerja Pemda Kabupaten Jayawijaya nyatanya tetap sip dalam hal pengelolaan keuangan.

Buktinya, kabupaten di wilayah pegunungan ini kembali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas LKPD (Laporan Keuangan Pemerintah Daerah) tahun 2020 oleh BPK RI.

Tak sampai disitu, predikat ini ternyata berhasil dipertahankan selama tiga tahun terakhir, yakni sejak 2018 lalu, semasa kepemimpinan pemerintahan dibawah kendali Bupati Yuni Wonda dan Wakil Bupati Deinas Geley.

Ditemui usai menerima penghargaan piagam dan plakat dari Kementerian Keuangan di Gedung Negara Dok V Jayapura, Senin (17/10), Bupati Yuni mengaku bangga karena hasil kerja kerasnya bersama staf, telah menghasilkan sebuah torehan bersejarah.

Meski begitu, dirinya menolak ditunjuk sebagai orang yang paling punya andil atas keberhasilan tersebut. Dengan rendah hati, ia menyebut ada keterlibatan wakil kepala pemerintahan serta sinergitas seluruh pemangku kepentingan di Puncak Jaya.

“Capaian ini bukan hasil kerja sendiri selaku kepala daerah, namun berkat sinergitas dari seluruh pemangku kepentingan  yang terlibat didalamnya”.

“Intinya sebagai pimpinan kami bangga dan senang atas perolehan WTP ini. Dan ini merupakan hasil kerja keras kita semua,” terangnya lagi.

Diketahui, Kabupaten Puncak Jaya menjadi salah satu daerah yang kerap mengalami gangguan keamanan sehingga berimbas pada tidak maksimalnya roda pemerintahan di wilayah itu.

Selama kepemimpinan Bupati Yuni Wonda, yang kini memasuki empat tahun, dilakukan terobosan dengan adanya sinergi besar-besaran bersama seluruh pemangku kepentingan terkait, dalam hal ini pemerintah daerah, TNI/Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama, adat serta seluruh stakeholder terkait.

Dimana hasil sinergi itu menghasilkan satu kebijakan program prioritas yang menyentuh langsung ke masyarakat.

Program tersebut pada akhirnya membuat pelaksanaan pembangunan pemda di bidang pendidikan, perekonomian, infrastruktur serta kesehatan berjalan lancar.

“Sehingga sekarang kita sudah melihat hasilnya, termasuk situasi keamanan sampai hari ini di Puncak Jaya bisa dikatakan 90 persen sudah aman. Dan meski belum 100 persen kita punya semangat serta keinginan besar untuk meningkatkan pembangunan dan mensejahterakan masyarakat,” tutup ia.(win)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *