NETWORK : RakyatPos | ValoraNews | KupasOnline | TopSumbar | BanjarBaruKlik | TopOne | Kongkrit | SpiritSumbar | Basangek | MenaraInfo | Medikita | AcehPortal | MyCity | Newsroom | ReportasePapua | RedaksiPos | WartaSehat JetSeo
Cerita Ketua LMA Port Numbay George Awi dan Thaha Al Hamid Disupiri Jenderal Bintang Tiga – Reportase Papua

Cerita Ketua LMA Port Numbay George Awi dan Thaha Al Hamid Disupiri Jenderal Bintang Tiga

banner 120x600

JAYAPURA, REPORTASEPAPUA – Ketua LMA Port Numbay Kota Jayapura, Goerge Awi ternyata punya kisah menarik dengan Calon Gubernur Papua, Komjen Pol (Purn) Drs. Paulus Waterpauw.M.Si saat Kaka Besar sapaan akbrab Waterpauw menjabat sebagai Kabaintelkam Polri.

George Awi mengisahkan saat itu ia disupiri oleh Paulus Waterpauw yang saat itu masih aktif di Kepolisian dengan jabatan Kabaintelkam Polri, saat itu Waterpauw adalah anak Papua pertama yang menjabat Jenderal Bintang tiga di Kepolisian.

Itu adalah hal yang sangat berkesan bagi dirinya yang hingga kini sulit dilupkan, sebab sebagai seorang Jenderal Bintang tiga, Waterpauw mau menyupiri mereka hal yang sangat jarang terjadi, hal ini kata Awi menunjukan kareakter Waterpauw sebagai pemimpin yang rendah hati.

“Beliau waktu itu Kabaintelkam tiga bintang, dari rumah beliau itu beliau yang bawa mobil saya didepan dan pak Taha duduk dibelakang, coba bayangkan seorang jendral, saya pulang itu saya pikir tidak habis-habis tidak masuk akal, itu menunjukan kerendahan hati,” ujar Awi.

 

PW anak Adat yang Tau Adat !

 

Kedatangan Waterpauw disambut hangat oleh Ketua LMA, mereka saling berpeluk melepas rindu, mengenang masa lalu yang indah dan selalu membekas.

Paulus Waterpauw bukan sosok baru bagi George Awi, keduanya sudah kenal sejak lama saat Waterpauw masih menjabat sebagai Kapolres Jayapura Kota.

Menurut George Awi, kedatangan Waterpauw ke rumahnya menunjukkan jika Waterpauw adalah anak adat yang tau akan adat istiadat, bahkan dengan karirnya yang mentereng namun Waterpauw dengan kerendahan hati mau datang ke rumahnya.

” Pak Waterpauw itu betul-betul anak adat dan karna anak adat dia tau rambu-rambu adat, rambu-rambu adat itu yang pertama kerendahan hati, walaupun jenderal tiga bintang tapi beliau berkenan datang di saya, ” ujar Awi.

Awi mengakui sebagai anak adat Waterpauw mengetahui akan adat istiadat sehingga sebagai anak adat Waterpauw berkunjung ke rumahnya ini adalah sesuatu yang tidak ternilai harganya.

” Beliau (Waterpauw-red) tau diri sebagai anak adat datang melihat ondoafi dan itu nilainya bagi kami terlalu tinggi dan itu menunjukkan kerendahan hati beliau sebagai pemimpin, ” ungkapnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *