WONDAMA, Reportase papua.com – Penggunaan Anggaran pencegahan Covid-19 di kabupaten Teluk Wondama diharapkan tersalurkan dan terpakai secara baik sesuai dengan protap yang ada. Bupati Kabupaten Teluk Wondama Bernadus A Imburi tegaskan kepada seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Tim Gugus Tugas pencegahan Covid-19 di Wondama agar berhati-hati dalam mengelola anggaran Covid-19 sebab jika salah pengelolaan akibatnya akan sangat fatal.

Penanganan bencana yang satu ini benar-benar penanganan kemanusiaan yang membutuhkan fokus kerja yang tinggi. Tetapi jika salah gunakan anggaran Covid-19 maka akan dihukum mati. Itulah sebabnya selaku kepala daerah Imburi meminta agar setiap OPD dan tim gugus tugas pencegahan Covid-19 bekerja jujur, bekerja dengan hati tulus dan iklas.
Sebab, dijelaskan orang nomor satu Wondama itu, pengelolaan dan penggunaan anggaran kali ini ada 3 fokus diantaranya tata kelola pemerintahan, penyelamatan keuangan dan asset daerah serta penggunaan anggaran khusus Covid-19. Jangan kelola angaran Covid-19 atas dasar ekonomi atau politik.

“Seperti yang dikatakan Komisi Pemberantasan Korupsi koordinator wilayah Papua Barat jelaskan ada tiga focus, tata kelola pemerintahan , penyelamatan keuangan dan asset daerah dan yang ke tiga adalah tugas khusus pengelolaan angaran Covid-19. Kelola anggaran ini baik sebab jika salah hukumannya mati, saya harap semua kepala OPD dan tim gugus tugas Covid-19 bekerja dengan hati sebeb ini pelayanan kemanusian”tukas Imburi, Kamis, (30/4) ketika usai mengikuti rapat Vidio Converence (vicon) bersama KPK tentang supervisi pencegahan korupsi anggaran Covid-19 di ruang vicon pemda Wondama, ” Tambahnya.

Imburi kembali menegaskan dalam tugas pencegahan Covid-19 tak ada suap menyuap atau kepentingan lain. Seluruh OPD dan tim gugus tugas diharapkan juga tertip administrasi.

“Semua yang kita lakukan, tidak ada suap atau kepentingan lain. Ini kepentingan kemanusiaan bukan kepentingan politik atau ekonomi dan yang ketiga kita wajib tertip administrasi. Saya ingatkan sekali lagi saya tidak mau diantara kita ini ada yang dihukum. Kalau kita sampai ada yang dihukum maka orang itu ada punya kepentingan lain diluar kepentingan kemanusiaan, jangan ada yang niat jahat sebab siapa saja yang niat jahat terhadap anggaran Covid-19 dihukum mati,” Tukas Bupati.

Imburi juga menegaskan agar BPBD wajib berikan laporan seluruh rangkaian kegiatan mengenai Covid-19 setiap hari secara berjenjang sampai ke BPBN, sementara dinas Komunikasi dan Informatika diharapkan terus menjaga kestabilan jaringan telekomunikasi guna menunjang penyampaian laporan perkembangan dari daerah ke pusat. “BPBD catat semua bantuan-bantuan yang masuk dari pihak manapun dan kita akan berikan laporan ke BPBN saya minta dinas Koominso berperan baik perhatikan jaringan telekomunikasi kita dengan baik sebab kita harus berikan laporan ke BPBN pusat setiap hari,” Tutup Imburi. (Solfi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here