Wondama, Reportase Papua.com- Bupati Kabupaten (Pemkab)Teluk Wondama Provinsi Papua Barat Bernadus A Imburi segera buat edaran khsusus bagi rakyat Wondama beragama Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa atau bulan suci romadhon di tengah pandemic Corona Virus Disease (Covid-19).

Langkah tersebut tentunya akan mengacu pada aturan dan ketetapam pemerintah pusat dengan memperhatikan himbauan atau maklumat dari Majelis Ulama Indoensia (MUI) yang sudah mengeluarkan edaran tentang tatatertip menjalankan ibadah puasa di tengah pandemic Covid-19 agar dapat memutus rantai penyebaran Covid-19 di.

“aturan tegas dalam waktu dekat ini akan kami buat, tentunya aturan yang kita di daerah buat tetap mengacu pada aturan pemerintah pusat dan juga MUI pusat kami harap ini dapat dipatuhi oleh seluruh umat Islam yang ada di Wondama. yang pemerintah larang itu bukan stop beribadah entah jumataan atau ibadah hari minggu di gereja, pemerintah tidak melarang rakyat Indonesia beribadah sekali lagi pemerintah tidak larang kita ibadah, yang pemerintah maksud jangan membuat ibadah yang mengundang banyak orang atau ibadah secara berjamaah atau berjemaat atau ibadah yang mengumpulkan umat banyak karena itu sangat beresiko dan kita wajib patuhi itu sehingga dapat memutus rantai penyebaran Covid-19 ibadah dirumah lebih baik. Diulangi, Edaran khusus segera kita buat,” tegas Imburi.

Saat ini Pemkab Teluk Wondama sementara menggenjot edaran khusus tersebut agar dapat dimaklumatkan oleh masyarakat Wondama yang menjalankan ibadah puasa di bulan suci ini.

Sementara itu MUI Kabupaten Teluk Wondama H. A. Ohoimas mengungkapkan sebelumnya umat Islam di Wondama lebih memilih melakukan sholat berjaah di masjid ketimbang di rumah sebab Wondama masih dalam zona hijau dalam arti masih bebas Covid-19 tetapi umat Islam ini juga meminta jika sholat berjamaah di masjid ditiadakan maka pasar sentral di Wondamapun harus di tutup total dan umat Islam akan berhenti melakukan sholat berjamaah jika di Wondama sudah terdapat pasien positif Covid-19 begitu permintaan umat Islam yang di ungkapkan Ohoimas ketika mengikuti rapat evaluasi Tim gugus tugas Covid-19 kabupaten Wondama di gedung sasana karya Isei, Senin, (27/4).

Tetapi Ohoimas mengaku akan terus melakukan pencerahan dan arahan serta pemahaman yang baik kepada segenap umat Islam di Wondama agar melakukan semua anjuran pemerintah mengenai pencegahan Covid-19. Ohoimas mengaku dilema akan hal ini namun selaku ketua MUI dirinya akan berusaha untuk berikan pemahaman dengan baik kepada umat Islam dengan meminta waktu selama 2 sampai 3 hari kesempatan berikan pemahaman tetapi juga harus di dukung dengan aturan khusus Bupati Wondama terkait hal tersebut.

“saat ini kami dilema, sebab kata jamaah jika jika solat dimasjid dilarang maka pasarpun harus di tutup penuh dan mereka akan berhenti solat dimasjid jika sudah ada pasien yang positif Covid-19. Oleh sebeb itu, kami ingin ada aturan tegas dari pemerintah untuk mengimbau ibadah sholat tetap di rumah saja, kami minta waktu 3 hari untuk berikan pemahaman kepada segenap umat Islam dan kami minta untuk menjalankan aturan tegas dari pemerintah daerah ini bersama anggota TNI dan Polri ” ujar Ohoimas.

Sementara di tempat yang sama pula Kapolres Kabupaten Teluk Wondama, AKBP Danang Sarifudin menegaskan pemerintah wajib mengacu keputusan MUI pusat dan tetapi pemerintah wajib jaga Wondama tetap hijau.

“kondisi Wondama masih aman dan bias kita katakan masih steril oleh sebeb itu patut kita semua jaga Wondama, kita patuhi aturan dan arahan pemerintah sebeb yang kita hadapai saat ini musuh tak kasat mata, jangan kita pikir kondisi ini aman kemudian kita anggap biasa, namun ketika tidak apa-apa disitulah kelemahan kita tidak jaga jarak, tidak rajin cuci tangan sembrono istilahnya jadi untuk kegiatan sholat gereja dirumah saja asal tidak sholat atau gereja secara berjamaah mengumpulkan banyak orang sebab berkumpul itu sangat dilarang guna memutus rantai penyebaran Covid-19,” Tandas Danang. (solfi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here