NETWORK : RakyatPos | ValoraNews | KupasOnline | TopSumbar | BanjarBaruKlik | TopOne | Kongkrit | SpiritSumbar | Basangek | MenaraInfo | Medikita | AcehPortal | MyCity | Newsroom | ReportasePapua | RedaksiPos | WartaSehat JetSeo
Bupati Markum : Tugas Guru Adalah Tugas Yang Sangat Mulia – Reportase Papua

Bupati Markum : Tugas Guru Adalah Tugas Yang Sangat Mulia

banner 120x600

KEEROM, REPORTASEPAPUA. COM – Seluruh Guru yang ada diwilayah Perbatasan Kabupaten Keerom memperigati  Hari Pendidikan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang ke- 74 , dengan Upacara Bendera dihalaman Kantor Bupati Keerom, Senin (25/11). Pada Perigatan Hari PGRI, Bupati Keerom MUH Markum bertindak selaku Inspektur Upacara, yang juga dihadiri TNI dan Polri.

Dalam amanat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Makarim yang dibacakan Bupati Keerom MUH Markum mengemukakan, kepada guru yang ada di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke, tugas guru adalah tugas yang paling mulia maupun tersulit. Dimana seorang guru ditugaskan membentuk masa depan bangsa, tetapi sering diberikan aturan dibandingkan dengan pertolongan.

Disamping itu, guru membantu murid yang ketertinggalan kelas, tetapi waktu habis untuk mengerjakan tugas atau administrasi tanpa manfaat yang jelas.

“anda tahu betul potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan,”bebernya.

Oleh kerana itu diharapkan ditahun 2020 mendatang tidak terjadi seperti itu khususnya di Kabupaten Keerom. “ memilih pemimpin berarti mempunyai gagasan, mempunyai inovasi. Memiliki semangat baru,”ujar Bupati Markum.

Ditambahkan, bagi setiap anak memiliki kebutuhan berbeda tetapi keberagaman sebagai prinsif dasar birokrasi. “ pastinya guru mengiginkan anak terinspirasi tetapi anak tidak diberikan kepercayaan untuk berinovasi. Akan tetapi ditahun 2020 mendatang kami akan menyiapkan inovasi yang ada di seluruh Indonesia,”jelasnya.

Untuk itu, Nadiem Makarim tidak akan membuat janji- janji yang  kosong kepada guru, karena perubahan hal yang sulit dan penuh ketidaknyamanan.

“satu hal yang pasti saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia. Namun perubahan tidak dapat dari instan, semuanya berawal dan berakhir dari guru. Bagi guru dimana berada lakukan perubahan kecil dikelas anda, ajaklah kelas berdiskusi. Bukan hanya mendengar, berikan kesempatan murid untuk mengajar di kelas,” ungkap Nadien Makarim. (Rhy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *