Bupati Keerom Tegaskan Akan Cabut Izin Usaha CV Manunggal Pancanaka

JAYAPURA, Reportasepapua.com – Pemerintah Kabupaten Keerom meninjau ulang perizinan usaha perdagangan komoditi peternakan yang telah diterbitkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM – PTSP) Kabupaten Keerom untuk CV Manunggal Pancanaka.

Bupati Keerom, Muh. Markum mengatakan telah menurunkan tim dari DPM – PTSP untuk mengecek langsung perusahaan tersebut lantaran ditengarai melakukan kegiatan usaha menghimpun dana masyarakat.

“Hari ini saya sudah perintahkan tim dari DPM – PTSP melakukan pengecekan langsung di Desa Yammua, Arso VI tempat perusahaan tersebut melakukan kegiatan usahanya, karena informasi yang saya dapat per Desember 2019, perusahaan tersebut telah menghimpun dana masyarakat mencapai Rp50 miliar,” ujar Bupati Markum melalui telepon, Kamis (27/2/2020).

Bupati Markum mengatakan bahwa pihaknya sedang menggalakkan sektor peternakan di Desa Yammua mulai dari sapi dan ayam termasuk penggemukkan sapi, namun untuk sapi perah, lanjut Bupati, tidak ada.

Ia pun memastikan mencabut izin usaha perusahaan tersebut apabila ditemukan kegiatan usaha tidak sesuai dengan perizinannya. Bahkan informasi yang ia peroleh, ada warga Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura berinvestasi di perusahaan tersebut.

Sebelumnya, Ketua Satgas Waspada Investasi Provinsi Papua, Adolf Fiktor Tunggul Simanjuntak mengimbau kepada masyarakat untuk tidak berinvestasi di CV Manunggal Pancanaka atau CV Tri Manunggal Jaya (TMJ) lantaran perusahaan ini berpotensi merugikan masyarakat karena menjalankan kegiatan usahanya tanpa izin dari otoritas yang berwenang.

CV Manunggal Pancanaka yang ditengarai merupakan investasi ilegal berkedok bisnis peternakan sapi perah ini beralamat di Jalan Tangkuban Perahu Nomo 121, Desa Yammua, Arso VI, Kabupaten Keerom, Papua.

Perusahaan ini disebut sebagai perpanjangan tangan CV Tri Manunggal Jaya (TMJ) di Ponorogo, Jawa Timur, yang saat ini tengah menghadapi proses hukum akibat terlibat penipuan.

Adolf menyebutkan, CV Manunggal Pancanaka telah menghimpun dana masyarakat hingga puluhan miliar selama dua tahun beroperasi di Keerom. “Oleh sebab itu, Satgas Waspada Investasi meminta CV Manunggal Pancanaka atau CV TMJ untuk menghentikan seluruh kegiatan penghimpunan dana masyarakat,” tegas Adolf, Rabu (26/2/2020). (Ananda)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

[td_block_social_counter facebook=”tagdiv” twitter=”tagdivofficial” youtube=”tagdiv” style=”style8 td-social-boxed td-social-font-icons” tdc_css=”eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjM4IiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tYm90dG9tIjoiMzAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn0sInBvcnRyYWl0X21heF93aWR0aCI6MTAxOCwicG9ydHJhaXRfbWluX3dpZHRoIjo3Njh9″ custom_title=”Stay Connected” block_template_id=”td_block_template_8″ f_header_font_family=”712″ f_header_font_transform=”uppercase” f_header_font_weight=”500″ f_header_font_size=”17″ border_color=”#dd3333″]
- Advertisement -

Latest Articles