PUNCAK JAYA, Reportasepapua.com – Kendati wabah Covid-19 masih menjadi perhatian serius, perilaku kriminal tetap menghantui semua pihak bahkan institusi kesehatan yang menjadi pahlawan kini menjadi korban kejahatan. Terpantau Pelayanan medis kepada pasien di Puskesmas Mulia seketika terhenti beberapa hari dikarenakan aksi pencurian yang terjadi pada Puskemas (PKM) Mulia hari Rabu (13/5) yang dibobol maling. Hingga berita diturunkan tadi tak satupun aktifitas yang terjadi di Puskesmas Mulia yang masih menjadi TKP.

Di jumpai di kediamannya, Jumat (15/5) Drg. Miftakhul Huda, M.Kes didampingi Sekretaris Dinkes Sabri, SKM bersama Kepala BPJS Puncak Jaya, Ahmad Dalim mengaku kaget dan kecewa.

“Puskesmas Mulia di bobol maling sekitar jam 2 sore, menurut tetangga sekitar puskesmas ada 2 terduga yang masuk ke puskesmas, saat ada petugas yang ingin ke Lab untuk memeriksa barang dia melihat kantor TU terbuka dan melihat pintu jebol setelah di selidiki ada laptop yang hilang, kamera digital serta uang tunai sebesar 4 juta raib. Setelah pintu kami perbaiki lagi. Malamnya kami melakukan solat, setelah itu cek dan melihat ada beras yang tercecer di depan pagar puskesmas kemudian kami masuk ke dalam untuk memastikan namun ternyata keadaan lebih parah dari siang tadi, ada beberapa barang yang hilang termaksud beras pegawai yang belum ambil kira-kira 2 karung beras isi 50 kilo. Terhitung 3 kali upaya pencurian,” ungkap drg. Huda.

“Karena itu Kami sempat lapor polisi, kemudian polisi datang untuk olah TKP. Namun pagi harinya kami kembali ternyata keadaan justru tambah lebih parah, lagi pintu tidak terbuka karna sudah di paku ternyata mereka lewat jendela, jendela di rusak jerujinya di lepas dan saat itu yang di ambil adalah peralatan-peralatan kantor seperti alat pelayanan untuk pasien meliputi : Ampli/alat pengeras suara, mic, TV Receiver parabola, speaker aktif, dan beberapa barang sehingga Total kerugian mencapai 30 juta,” Sambungnya.

Kerugian yang cukup signifikan menurutnya akan berdampak pada kualitas pelayanan yang menurun. Dirinya mengatakan setelah kasus pencurian yang di alami puskesmas mulia pelayanan menjadi terganggu, puskesmas diliburkan.

“Kecewa pasti ada, tapi saya ingin berpesan kepada warga apabila ada yang menawarkan barang tersebut segera melapor kepada yang berwajib. Apapun alasannya tindakan kriminal tidak dapat dibenarkan dan harus ada efek jera.” Tegasnya.

PKM mulia aktif tetap memberikan pelayanan kesehatan, sosialisasi PHBS ke tempat umum dan saran peribadatan bahkan menginisiasi gerakan 10.000 Masker untuk masyarakat sampai penyemprotan desinfektan pada barang kiriman setiap hari di Bandara Udara Mulia dengan APD lengkap.

“Senin depan, pelayanan akan tetap kami buka namun dalam keadaan serba terbatas dikarenakan fasilitas dan sarana yang hilang. Apalagi moralitas dan motivasi petugas medis harus kami bangun pelan – pelan agar bisa serius melayani. Karena pelayanan kesehatan tetap harus diberikan sebagai insan kesehatan apalagi masih pandemi. Sisanya kami serahkan kepada penegak hukum, biar Aparat yang mengusutnya” ungkap dokter.

Ditempat berbeda, Ipda Toto Agus Trihartono, S.H selaku Kaur Intelkam Polres Puja membenarkan kejadian itu. “Benar bahwa adanya laporan yang masuk terkait kasus pencurian yang di alami oleh puskesmas mulia, kami telah melakukan olah TKP dan saat ini pihak polsek sedang memproses kasus pencurian ini diwilayah hukumnya,” ungkapnya. (Redaksi Reportase)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here