Bank Indonesia Paparkan Pertumbuhan UMKM Di Papua

0
89

Jayapura, Reportasepapua – Kantor Perwakilan Bank indonesia Provinsi Papua melaksanakan pertemuan bersama wartawan via daring mengenai peningkatan fungsi intermediasi perbankan dan kredit mikro dalam mendorong pemulihan ekonomi. Pada masa pademi Covid 19, fungsi intermediasi masih tertahan dengan pertumbuhan dana pihak ketiga nasional pada triwulan II tahun 2021.

Sementara itu, fungsi intermediasi di Papua memiliki pertumbuhan kredit sebesar 9,87 % (yoy) dan pertimbuhan dana pihak ketiga sebesar 6,83 % (yoy), dengan pertumbuhan UMKM Papua masih terbatas. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi papua, Naek Tigor Sinaga mengatakan, bahwa pentingnya penyaluran kredit kepada UMKM, dengan pemetaan di sektor produktif.

“Pentingnya perbankan penyaluran kredit kepada UMKM. Pemberian kredit tersebut dapat didasarkan pada pemetaan sektor produktif di Papua yang pada masa pandemi ini dapat didasarkan pada risiko penularan dampak ekonomi. Sektor dengan risiko penularan rendah dan dampak ekonomi tinggilah yang perlu didorong termasuk pemberian kredit,” katanya pada Virtual Press Conference, Sabtu (31/7).

Beberapa sektor yang dapat dipertimbangkan di Provinsi Papua, antara lain adalah pertanian, kehutanan, perikanan, pertambangan dan penggalian serta administrasi pemerintah. Mendorong kredir bagi UMKM yang bersifat bankable dan unbankable terdapat dua program pemerintah. Program pemerintah tersebut antara lain Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Ultra Mikro.

Setelah peluncurannya, KUR telah disalurkan sebesar Rp 241 Triliun ke 34 Provinsi di Indonesia dengan serapan terbesar di pulau Jawa. Provinsi Papua telah menyerap sebesar 2 triliun atau 0,84 % dan total dari total KUR dengan kualitas NPL kualitas sempel kredit-kredit sebesar 1,3% lebih tinggi dibandingkan NPL nasional yang sebesar 0,88%.

Dilihat dari sektornya, KUR di Provinsi Papua masih didominasi oleh sektor perdagangan dengan pangsa 49% diikuti dengan sektor pertanian perburuan dan Kehutanan dengan pangsa 15%. Sektor pariwisata dan sektor akomodasi, di makan-minum dan sektor jasa kemasyarakatan sosial budaya, serta hiburan perorangan lainnya dengan pangsa masing-masing 75%. Berdasarkan jenisnya, KUR mikro memiliki pangsa terbesar yaitu 54% diikuti dengan KUR kecil sebesar 41% dan KUR supermikro sebesar 5%.

Penyaluran KUR di Papua perlu di tingkatkan untuk mendorong perkembangan perekonomian. Akan tetapi, masih terdapat beberapa tantangan yang harus kita hadapi bersama antara lain perlunya peningkatan literasi pada UMKM, pengurusan dokumen persyaratan KUR yang perlu dipermudah dokumen izin usaha dll. Pertumbuhan penyaluran KUR yang belum optimal dikarenakan pembinaan UMKM yang belum terintegrasi di lintas instansi.

Hal ini mengakibatkan belum meratanya kesempatan pembinaan bagi UMKM di Papua. Serta perlunya peningkatan kualitas pencatatan keuangan UMKM. Beberapa upaya telah dilakukan kantor perwakilan Bank Indonesia provinsi Papua untuk mendorong realisasi KUR, antara lain mendorong UMKM binaan maupun Mitra untuk mendapatkan KUR serta memfasilitasi UMKM agar dapat melakukan pencatatan laporan keuangan melalui pemanfaatan aplikasi SI APIK.

SI APIK merupakan aplikasi pencatatan keuangan digital yang dikembangkan oleh Bank Indonesia untuk mendukung peningkatan kualitas laporan keuangan UMKM. Dengan memperhatikan kompleksitas permasalahan penyaluran KUR di Papua Sinergi Lintas instansi dibutuhkan untuk menjawab tantangan tersebut. (STELLA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here