JAYAPURA, Repotasepapua.com – Khawatir dengan adanya Stigma terkait Covid-19, dr.Meilani Tjong yang merupakan dokter keluarga BPJS di Apotik Sakura berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dan Didampingi Kuasa Hukumnya, Yulianto Sabtu (18/4/2020).

Dihubungi melalui telepon, dr.Meilani Tjong mengungkapkan bahwa langkah tersebut terpaksa diambil lantaran dirinya merasa takut jika suatu saat ada orang yang melakukan tindakan anarkis di rumahnya, termasuk di Apotik tempatnya bekerja.

Kekhawatiran dr.Meilani Tjong berawal ketika ia membuat surat yang ditujukan ke BPJS Kesehatan Cabang Jayapura terkait ia akan melakukan karantina mandiri setelah salah satu dokter praktek satu gedung dengan dirinya dinyatakan positif Covid-19.

“Saya memang membuat surat itu tetapi bukan ditujukan untuk umum, melainkan untuk Pimpinan BPJS Kesehatan Cabang Jayapura untuk memberitahukan perihal saya akan melakukan karantina mandiri pada 16-30 April 2020, namun surat tersebut beredar luas di media sosial,” kata Meilani.

Lanjutnya, surat yang beredar di media sosial tersebut, kop surat tidak ditampilkan oleh orang yang menyebarkan dengan tampilan seolah-olah ia membuat surat pernyataan.

“Jadi surat yang aslinya terdapat tujuannya, tapi sudah dipotong oleh orang tersebut, dan diedarkan seakan-akan saya yang membuat surat pernyataan, padahal surat tersebut bukan untuk konsumsi umum,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa telah berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan terkait cara mengatasi hal tersebut. Oleh BPJS Kesehatan, kata dr.Meilani, telah dibuat verifikasi, namun terbatas ke badan usaha yang bekerjasama dengan badan penyelenggara jaminan sosial tersebut.

“Hanya berkoordinasi, tapi ternyata surat saya itu beredar lebih luas dan ditambahkan narasi yang meresahkan,” ucap dr.Meilani.

Ia meminta agar surat tersebut berhenti diedarkan lantaran dirinya belum terbukti terkena Covid-19. “Kalaupun kita sakit juga bukan berarti kita menjadi penjahat ataupun berdosa terus dijauhi dan ditakuti orang,”kata dr.Meilani.

Kuasa Hukum dr.Meilani Tjong, Yulianto,SH menegaskan bahwa surat tersebut bersifat pribadi untuk pemberitahuan ke BPJS bahwa dr.Meilani Tjong tidak dapat melakukan praktek di tempat kerjanya lantaran ada dokter yang positif Covid-19 di gedung yang sama tempat kliennya bekerja.

“Klien kami berinisiatif melakukan karantina mandiri dan tempatnya harus disterilkan, jadi ia harus membuat surat resmi ke BPJS Kesehatan, namun disayangkan surat itu dipotong sebagian, lalu ada narasi yang meresahkan klien kami,” ujar Yulianto.

“Karena sudah menimbulkan keresahan dan ketakutan klien kami, maka kami berkoordinasi dengan pihak berwajib apakah informasi yang beredar ini termasuk kategori melanggar Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) atau seperti apa,” jelas Yulianto.

Yulianto mengungkapkan, sebelum ke Tim Cyber Polda Papua, ia bersama kliennya terlebih dulu melapor ke Polsek Abepura. (Ananda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here