WONDAMA Reportase Papua.com – Kabupaten teluk Wondama merupakan kabupaten yang masih tergolong Zona hijau hingga kini meski sudah ada 4 orang PDP, pemkab Teluk Wondama tetap optimis melakukan langkah-langkah pencegahan dengan tujuan menjaga Wondama tetap nol positif Covid-19.

Per tanggal 11 Mei 2020 Juru Bicara Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Penyebaran Covid-19 Kabupaten Teluk Wondama dr. Yoce Kurniawan Menyampaikan telah terkonfirmasi data Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 4 orang.

Dijelaskan Yoce PDP 1 dan 2 adalah pasangan suami istri dan PDP 2 dan 4 juga pasangan suami istri yang merupakan Penduduk ber- KTP Wondama. Diketahui PDP 1 merupakan salah satu klaster yang mengikuti kegiatan Itjima Gowa Sulawesi Selatan terkonfirmasi pertanggal 8 Mei sementara PDP 2 yang merupakan istri dari PDP 1 terkonfirmasi Pada 10 Mei 2020 yang Beralamat di kampung Iryati distrik Wasior. sementara PDP 3 dan 4 yag merupakan pasangan suami istri penduduk asli Wondama yang beralamat didistrik Rasiei.

PDP 3 dan 4 baru terkonfirmasi per tanggal 11 Mei di Rumah Sakit Angkatan laut (RS-AL) Manowkari. PDP 2 merupakan pasien rujukan dari Puskesmas Wondiboy ke RS Manowkari. Menurut diagnose dokter di Wondiboy PDP 3 diduga menderita Tuberculosis TBC paru. PDP 3 sejak 27 April sudah mendapat perawatan medis di RSUD Manggurai sebelum di rujuk ke Manokwari melalui Kabupaten Manokwari selatan menggunanakan Longboat dari Wasior. Setibanyak PDP 3 dan 4 di RSAL keduanya mendapat pelayanan Rapid test Covid-19 dan ternyata hasil keduanya reaktif.

“jadi PDP 3 dan 4 saat ini dirawat di ruang Isolasi RSAL Manokwari, setelah berkoordinasi dengan gugus tugas provinsi Papua Barat karena mereka adalah pasien rujukan yang diawarat di RSAL merupakan penduduk Wondama. Baru beberapa jam lalu di konfirmasi ternyata setelah diperiksa keduanya reaktif rapid test Covid-19,”jelas dr. Yoce keapda sejumlah wartaan usai mengikuti rapat Evaluasi Covid-19 kabupaten Teluk Wondama di gedung sasana karya Isei.

PDP 3 dan 4 yang saat ini sedang berada di Manowkari sempat di rawat di RSUD dan juga Puskesmas Wondiboi itu tidak sama sekali menunjukan Gejalan Covid-19 sehingga dalam penanganan tenaga medispun seperti biasa mereka melayani pasien artinya tanpa menggunakan APD Covid-19.
Namun kata Dokter seluruh tenaga medis yangs emat kontak dengan PDP 1 dan 2 yang beralamat di Iryati juga PDP 3 dan 4 yang saat ini sedang di Manowkari, telah mendapat Rapid test dan hasilnya negatif. Sementara PDP 1 dan PDP 2 saat ini berada di ruang Isolasi RSUD manggurai. PDP satu dan 2 merupakan pasien usia di atas 50-an.

“PDP 3 dan 4 tidak menunjukan gejala terjangkit Covid-19 hingga terkonfirmasi di Manowkari kami juga sampaikan permohonan maaf kami kepada kabupaten Mansel dan Manokwari atas ketidak tahuan kami, dan juga tenaga medis yang kontak langsung 30 orang tenaga medis kami Rapid test pertama dan puji Tuhan negatif” ujar dr. Yoce yang juga direktur RSUD Wondama itu.

Sementara Bupati Wondama Bernadus A Imburi menegaskan tim Gugus tugas pencegahan dan penanganan Covid-19 bekerja lebih keras koordinasi dan komunikasi sangat penting untuk di perhatikan. “lakukan sosialisasi terus menerus pasang baliho sampai ke kampung-kampung jangan berhenti sampaikan langkah-langkah pencegahan ini ke kampung-kampung sebab jika kita tidak sampaikan akan sangat berbahaya dan kita rakyat Wondama sedikit saja tidak banyak, kerja dengan baik, kerja tapi jangan lupa berdoa mohon perlindungan dari Tuhan kita masing-masing,” tutur Imburi. (Solfi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here