Wondama, Reportasepapua.com – Sebanyak 12 kampung di 5 distrik Kabupaten Teluk Wondama Provinsi Papua barat sudah terima Bantuan Langsung Tunai (BLT). Penyaluran BLT tentunya berdasarkan peraturan presiden melalui kementrian desa tentang bantuan kepada masyarakat terdampak Corona Virus Disease (Covid-19). Sesuai dengan Permendes nomor 8 tahun 2020.

Saat ini peyaluran BLT di 5 distrik merupakan penyaluran pertama (BLT bulan April) dan kemudians setelah laporan penerima BLT tingkat kampung diserahkan secara berjenjang baru akan keluar BLT bulan Mei dan kemudian bulan Juni.

Kepala dinas pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan kampung (DPMPK) Pemkab Teluk Wondama ungkapkan 12 kampung di 5 distrik saat ini sudah terima BLT berjumlah 601 kepala keluarga dengan total anggaran sebesar Rp. 654.600.000 (enam ratus lima puluh empat juta enam ratus ribu rupiah) untuk tahap bulan April dan bulan Mei jadi 2 bulan. BLT bulan kedua atau tahap berikutnya terproses dan tersalurkan saat bukti laporan penerima BLT tahap pertama dari masing-masing kampung di laporakan sebagai laporan pertanggungjawabakan untuk penyaluran tahap kedua atau Bulan Mei begitu pula dengan penyaluran di Bulan Juni.

“ ada 44 yang sudah lakukan musyawarah tetapkan siapa yang terima BLT sesuai dengan ketentuan pusat. Saat baru ada 12 kampung di 5 distrik lakukan proses penyaluran dana desa. 5 distrik diantara distrik Wasior, Naikere, Wondiboi, Roon dan Wamesa Jadi sudah ada 12 kampung yang lakukan penyaluran dana BLT untuk 601 KK dengan jumlah nilai yang tersalur 654 juta 600 ribu rupiah untuk 2 bulan, tetapi laporan pertanggungjawaban penerima BLT tahap pertama April di masukan baru tahap 2 bulan Mei di salurkan begitu pula dengan bulan Juni,”ujar Tetelepta ketika menyaksikan penyaluran BLT di distrik Wasior, Kamis, (14/5).

Dalam penyaluran BLT tersebut tetelepta juga menegaskan berulang kali masyarakat penerima program bantuan pemerintah yang sudah terdata melalui program-program bantaun lain seperti Program Keluarga harapan (PKH) atau Bantuan Langsung Non Tunai (BLNT) tidak bisa terima BLT lagi. Tetapi bagi warga yang memiliki riwayat penyakit menaun dan namanya tidak terdata dalam bantuan pemerintah apapuan mereka berhak menerima BLT.

“yang nama sudah terdata dalam PKH Bantuan program Non Tunai (BPNT), tidak bisa terima BLT, tetapi mereka yang punya riwayat penyakit menaun dan tidak punya nama untuk terima bantuan apapun dari pemerintah berhak terima BLT, per satu bulan mereka terima sebesar Rp.600.000 rupiah per Kepala Keluarga (KK) ” ujar Tetelepta.

Dia juga menjelaskan BLT sesungguhnya diberikan kepada warga masyarakat miskin yang kehilangan mata pencaharian akibat Covid-19. Dan tidak memiliki data penerima program bantuan pemerintah lainnya yang bersumber dari APBN.

Sementara 72 kampung di 13 distrik sudah bentuk tim gugus Tugas pencegahan Covid-19 tingkat kampung jadi masih ada sisa 3 kampung yang sementara ini dalam proses pembentukan tim gugus tugas pencegahan Covid-19. Tentunya tim itu terstruktur mulai diketuai oleh kepala kampung sendiri dan seluruh perangkat kampung sebagai bagian dari tim gugus tugas pencegahan Covid-19. (Solfi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here