SENTANI , Reportasepapua.com – Jumlah sopir angkutan kota (angkot) taksi dari 15 trayek yang ada di wilayah Kabupaten Jayapura menjalani Rapid Test pada Rabu (13/5/2020) sebanyak 343 orang itu dites cepat. Dari tes pada Rabu (13/5/2020) menunjukkan delapan orang dinyatakan reaktif dan harus menjalani tes swab untuk mengetahui apakah mereka terinfeksi Covid-19 atau tidak.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Pencegahan Covid-19 (Coronavirus) Kabupaten Jayapura, dr. Khairul Lie, S.KM, M.Kes, mengatakan hasil tes cepat rapid diagnostic test (RDT) pada hari ini menunjukkan delapan orang sopir reaktif. Mereka harus melakukan swab tenggorokan untuk uji polimerase chain reaction (PCR).

“Tadi (kemairn pagi) untuk tahap awal ini sebanyak 343 sopir angkot (taksi) yang sudah kita periksa dan hasilnya ada delapan orang yang dinyatakan reaktif dengan pemeriksaan rapid test,” kata Khairul Lie yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura kepada media online ini, Rabu (13/5).

Terkait hal itu, pihaknya belum memastikan dari trayek mana saja delapan sopir angkot yang dinyatakan reaktif setelah dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan alat rapid test tersebut.

“Kita belum bisa memastikan mereka dari trayek mana, karena pemeriksaan kita tadi dilakukan secara acak,” ujarnya.

Lanjut Khairul Lie menjelaskan, dari delapan sopir angkot yang sudah dinyatakan reaktif dari hasil pemeriksaan rapid test ini selanjutnya akan dipastikan melalui pemeriksaan swab tenggorokan atau PCR.

“Kita akan lakukan pengawasan dan tentunya kepastian dapat diperoleh dari hasil pemeriksaan PCR. Kemudian kita akan mengambil sampel swab tenggorokan dari yang bersangkutan untuk bisa memastikan apakah yang bersangkutan ini terkonfirmasi positif Covid-19 atau tidak,” ujarnya.

Untuk itu, Khairul menuturkan, ketika seseorang dinyatakan reaktif saat menjalani pemeriksaan rapid test itu belum dapat dipastikan bahwa yang bersangkutan sudah dinyatakan positif Coronavirus. Karena hal itu baru bisa dibuktikan setelah dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan atau PCR. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here